Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 23.22 WIB

9 Situasi dalam Hidup di Mana Tetap Diam Adalah Pilihan Terbaik Menurut Psikologi

seseorang yang diam di situasi yang genting./Magnific/primagefactory - Image

seseorang yang diam di situasi yang genting./Magnific/primagefactory

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diajarkan bahwa komunikasi adalah kunci. Mengungkapkan pikiran, membela diri, atau menjelaskan perasaan dianggap sebagai tanda kedewasaan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa tidak semua situasi menuntut kita untuk berbicara.

Justru, dalam kondisi tertentu, diam adalah bentuk kontrol diri, kecerdasan emosional, dan kekuatan mental.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (4/5), terdapat sembilan situasi penting di mana tetap diam bisa menjadi keputusan paling bijak.

1. Saat Emosi Sedang Memuncak

Ketika marah, kecewa, atau tersinggung, otak kita cenderung bereaksi impulsif. Bagian otak yang mengatur logika (prefrontal cortex) menjadi kurang dominan, sementara emosi mengambil alih.

Berbicara dalam kondisi ini sering berujung pada:

Kata-kata yang disesali
Konflik yang semakin besar
Hubungan yang rusak

Diam memberi waktu bagi emosi untuk mereda, sehingga kita bisa merespons dengan lebih rasional.

2. Ketika Tidak Memiliki Informasi Lengkap

Psikologi kognitif menunjukkan bahwa manusia rentan terhadap bias asumsi—mengisi kekosongan informasi dengan dugaan sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore