
Bahasa tubuh tertarik dengan orang lain menurut Psikologi. (Freepik/ jcomp)
JawaPos.com – Bahasa tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang seringkali lebih jujur daripada kata-kata. Ketika seseorang tertarik pada kamu, baik secara romantis maupun sosial, terdapat gerak tubuh yang akan menyampaikan pesan tertentu yang mungkin tidak disadari.
Psikologi telah lama mempelajari bahasa tubuh ini untuk membantu memahami dinamika hubungan manusia secara lebih mendalam. Dengan mengenali isyarat tubuh seperti gerakan, postur, atau ekspresi wajah, kamu bisa memahami perasaan tertarik orang lain tanpa perlu mereka ungkapkan secara langsung.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (1/12), diterangkan bahwa terdapat sembilan bahas tubuh seseorang yang menunjukkan bahwa ia tertarik pada kamu menurut Psikologi.
Dalam kajian perilaku non-verbal, mata memegang peran utama sebagai fitur wajah yang paling ekspresif. Ketika seseorang tertarik pada kita, tatapan matanya akan bertahan lebih lama dari biasanya, disertai dengan kilau yang sulit diabaikan.
Frekuensi tatapan juga menjadi indikator penting - jika mereka sering mencuri pandang saat mengira kita tidak memperhatikan, ini bisa jadi tanda ketertarikan yang kuat. Perhatikan juga cara mereka memandang dalam percakapan, karena tatapan yang dalam dan fokus biasanya mengomunikasikan minat yang lebih dari sekadar kasual.
Perilaku meniru atau mirroring terjadi ketika seseorang secara tidak sadar mengikuti gerakan orang lain.
Jika seseorang menyilangkan tangan dan orang di depannya melakukan hal yang sama, atau ketika mereka condong ke kiri dan diikuti oleh lawan bicaranya, ini merupakan tanda kenyamanan dan ketertarikan.
Sinkronisasi gerak tubuh ini seringkali terjadi tanpa disadari, seperti refleks alami ketika ada ketertarikan.
Ketika seseorang tertarik, mereka akan mencari-cari alasan untuk melakukan kontak fisik ringan - mungkin menyentuh lengan saat berbicara atau “tidak sengaja” bersenggolan.
Menurut riset ilmiah perilaku manusia, sentuhan ringan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang menciptakan ikatan emosional dan rasa percaya. Ini adalah cara tubuh mengekspresikan ketertarikan secara alamiah.
Cara seseorang memposisikan tubuhnya bisa menjadi petunjuk penting. Ketika tertarik, mereka cenderung mencondongkan tubuh ke arah lawan bicara, bahkan saat ruangan cukup luas. Ini merupakan bahasa tubuh yang menunjukkan keterlibatan mendalam dalam interaksi.
Kegelisahan positif sering muncul saat seseorang merasa tertarik. Mereka mungkin memainkan rambut, mengetuk-ngetukkan kaki, atau terus mengubah posisi duduk karena energi yang meluap akibat perasaan yang menggebu. Gerakan-gerakan kecil ini adalah manifestasi dari rasa gugup yang menyenangkan.
Ahli ilmu perilaku Guillaume Duchenne telah mengidentifikasi ciri senyuman tulus yang melibatkan tidak hanya mulut tapi juga mata.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
