
Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren penurunan harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kapan harga Dogecoin bisa menyentuh USD 1 atau sekitar Rp 16.400 (kurs Rp 16.400 per USD)? Pertanyaan ini kembali ramai dibahas komunitas kripto setelah Grok, chatbot AI milik Elon Musk, memberikan prediksi berbeda dari mayoritas analis.
Dikutip dari Bitcoin.com, Minggu (13/4), Grok AI menyebut Dogecoin tidak akan mencapai USD 1 pada tahun 2025 seperti yang banyak diyakini. Sebaliknya, Grok memperkirakan target ambisius itu baru akan tercapai setahun kemudian, yakni pada 2026.
Saat ini, Dogecoin masih diperdagangkan di bawah USD 0,20 atau sekitar Rp 3.280. Artinya, untuk mencapai USD 1, aset kripto bertema anjing Shiba Inu ini perlu naik lebih dari 500 persen.
Meski terdengar sulit, Dogecoin pernah hampir menembus level tersebut pada puncak bull market 2021—didukung euforia investor ritel dan cuitan Elon Musk.
Menurut Grok, kunci kenaikan drastis harga Dogecoin bukanlah fundamental proyek, melainkan momen viral yang mendorong minat publik secara besar-besaran.
Di masa lalu, hal ini terbukti saat Musk membahas DOGE secara intens di X (dulu Twitter), yang membuat harganya melonjak.
Grok juga menyebut kemungkinan pemicu besar di masa depan yang dapat menciptakan ledakan harga serupa—seperti persetujuan ETF Dogecoin oleh regulator Amerika Serikat. Meski belum ada sinyal resmi dari SEC, spekulasi ini terus mengemuka.
Beberapa analis sepakat bahwa Dogecoin bisa mencapai USD 1, namun memiliki pendekatan berbeda. Analis Lord of Alts misalnya, menilai DOGE harus terlebih dahulu menembus USD 0,50 (Rp 8.200) sebelum melanjutkan ke USD 1.
Sedangkan analis lain, Crypto Jack, menyoroti kuatnya resistensi di level USD 0,5696 (Rp 9.341). Jika level itu ditembus, ia menyebut DOGE bahkan berpotensi naik hingga USD 2,70 (Rp 44.280).
Meskipun target Dogecoin ke USD 1 masih dianggap realistis oleh banyak pihak, Grok AI milik Elon Musk memperkirakan hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Tanpa momen viral besar seperti di tahun 2021, DOGE butuh waktu dan pemicu yang kuat. Tahun 2026 kini menjadi prediksi realistis, bukan lagi 2025.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
