Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 23.38 WIB

Studi Stanford: 98,8 Persen Rekomendasi Alodokter AI Aman secara Klinis

Studi melibatkan peneliti Stanford dan UC Berkeley menemukan 98,8 persen rekomendasi Alodokter AI aman secara klinis. (Dok. Alodokter) - Image

Studi melibatkan peneliti Stanford dan UC Berkeley menemukan 98,8 persen rekomendasi Alodokter AI aman secara klinis. (Dok. Alodokter)

JawaPos.com  — Teknologi AI Alodokter mendapat perhatian melalui studi yang melibatkan peneliti Stanford University dan University of California, Berkeley. Studi tersebut menemukan 98,8 persen rekomendasi AI dalam konsultasi dokter memenuhi tolok ukur keselamatan klinis.

Penelitian berjudul Assessing the Clinical Safety of an AI Assistant in Indonesian Chat-Based Telemedicine itu meninjau 402 konsultasi dokter umum berbantuan AI. Setiap konsultasi dinilai tiga dokter Indonesia independen menggunakan 14 kriteria keselamatan klinis.

Hasilnya, 397 dari 402 konsultasi atau 98,8 persen diklasifikasikan aman secara klinis berdasarkan konsensus panel dokter. Evaluasi mencakup pengumpulan informasi, identifikasi tanda bahaya, diagnosis, pengobatan, rujukan hingga tindak lanjut pasien.

Ziad Obermeyer, MD, Associate Professor di UC Berkeley sekaligus penulis studi, mengatakan pengujian AI kesehatan perlu dilakukan dalam kondisi nyata.

“Teknologi AI untuk layanan kesehatan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kemampuannya memberikan jawaban atas skenario yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam praktiknya, konsultasi pasien jauh lebih kompleks dan sulit diprediksi,” ujar Ziad.

Menurut dia, evaluasi Alodokter AI melalui konsultasi telemedisin yang berlangsung dalam kondisi riil membuat pengujian AI klinis lebih mendekati kondisi nyata penanganan pasien.

Alodokter AI dikembangkan untuk membantu dokter mengumpulkan informasi penting, mengenali tanda bahaya, menilai risiko penggunaan obat, serta mempertimbangkan langkah penanganan. Rekomendasi AI tetap ditinjau dokter, sedangkan diagnosis dan pemberian resep menjadi kewenangan dokter.

Studi juga menemukan sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, terutama penanganan kondisi yang membutuhkan rujukan segera dan pengamanan dosis obat anak. Alodokter menyatakan akan menggunakan temuan tersebut untuk menyempurnakan teknologinya.

Alodokter juga merencanakan uji acak terkontrol bersama tim peneliti untuk mempelajari dampak penggunaan AI terhadap kualitas layanan dan keselamatan pasien.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore