
Apel yang dipotong beberapa bagian (dok. freepik)
JawaPos.com - Apel dikenal sebagai camilan sehat dan bahan masakan yang bergizi. Namun, biji apel sebaiknya tidak dimakan karena mengandung senyawa kimia yang dapat menghasilkan sianida, racun berbahaya bagi tubuh.
Menelan satu atau dua biji apel secara tidak sengaja atau meminum jus yang mengandung sedikit biji yang tergiling umumnya tidak menimbulkan masalah serius. Tetapi, jika seseorang atau hewan menelan biji apel dalam jumlah besar, risiko keracunan dapat meningkat dan menimbulkan gejala berbahaya.
Melansir dari Medical News Today, biji dari buah lain seperti aprikot dan pir juga mengandung senyawa serupa. Buah-buahan tersebut tetap aman dikonsumsi selama biji atau intinya dihindari.
Proses Terbentuknya Sianida dari Biji Apel
Biji apel memang mengandung zat yang bisa berbahaya. Di dalamnya terdapat amygdalin, senyawa yang saat biji digigit atau dihancurkan akan bereaksi dengan enzim di lambung dan melepaskan hidrogen sianida. Senyawa ini dikenal sangat beracun.
Meski demikian, efek merugikan hanya mungkin terjadi jika seseorang menelan biji apel yang dihancurkan dalam jumlah besar, yang jarang terjadi. Bagian daging apel yang kita makan tetap aman dan kaya antioksidan, vitamin, serta serat yang baik untuk kesehatan.
Sianida telah lama dikenal sebagai racun yang menghambat pasokan oksigen ke sel tubuh. Gejalanya dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah paparan.
Gejala awal meliputi pupil melebar, sakit kepala, pusing, dan kebingungan. Jika keracunan semakin parah, penderita bisa mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah rendah, kejang, koma, bahkan kematian
Takaran Bahaya Biji Apel
Mengunyah beberapa biji apel tidak akan langsung menimbulkan gejala. Namun, menelan atau meminum jus dengan biji yang banyak dan hancur dapat menyebabkan keracunan bila dosisnya tinggi.
Dosis mematikan sianida diperkirakan antara 50–300 miligram. Analisis penelitian tahun 2018 menyebutkan seseorang perlu mengonsumsi sekitar 83–500 biji untuk mengalami keracunan akut. Namun, jumlah pastinya tergantung berat badan, toleransi, serta jenis dan kondisi biji apel.
Penelitian di Inggris tahun 2015 menemukan kadar amygdalin tertinggi pada apel Golden Delicious, Red Delicious, dan Royal Gala. Sementara itu, Braeburn dan Egremont Russet memiliki kadar terendah. Meskipun begitu, disarankan tetap mengeluarkan biji sebelum memberikan apel pada anak-anak atau hewan peliharaan.
Kandungan Sianida dalam Jus Apel
Jus apel yang tidak mengandung biji yang tergiling aman dari sianida. Namun, jika jus atau smoothie dibuat dari apel utuh yang dihancurkan, kemungkinan mengandung amygdalin tetap ada.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
