Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 November 2025 | 03.37 WIB

6 Tanda Halus yang Sering Diabaikan, Padahal Jadi Peringatan Awal Diabetes Mellitus

ilustrasi seorang dokter dan pasien memeriksa kadar gula darah

JawaPos.com – Banyak orang menduga bahwa diabetes hanya muncul lewat gejala besar seperti kadar gula darah yang melonjak tinggi atau kondisi tubuh yang tiba-tiba drop.

Padahal peringatan awal penyakit ini sering kali sangat halus dan tidak disadari. Gejalanya bisa tampak sepele, seperti sering haus, cepat lelah, atau kulit kering, menjadi sinyal bahwa metabolisme tubuh mulai tidak seimbang yang menandakan gula darah tinggi.

Tanda dan gejala kecil gula darah tinggi kerap terlewat hingga akhirnya berkembang menjadi komplikasi serius seperti gangguan saraf, penglihatan, atau ginjal.

Melansir dari laman YourTango pada Rabu (05/11), menyoroti enam tanda yang seringkali diabaikan dan justru peringatan pertama diabetes.

Mendeteksi dini melalui gejala ringan dapat menurunkan risiko komplikasi anda terkena diabetes melitus, karena bisa langsung mengubah gaya hidup dan mendapat terapi yang sesuai.

Mengetahui tanda-tanda ini bukan sekadar tentang kewaspadaan semata, melainkan kesempatan untuk bertindak lebih awal, melakukan pemeriksaan gula darah, memperbaiki pola makan, dan meningkatkan aktivitas fisik agar kondisi tidak berkembang parah.

  1. Kelelahan terus-menerus yang tidak membaik dengan istirahat

Kelelahan berbeda dengan sekadar lelah, yang seringkali dapat diredakan dengan istirahat yang cukup. 

Kelelahan terus-menerus bisa menjadi pertanda gula darah yang tinggi dan sel tubuh yang tidak mendapat energi yang cukup karena insulin tidak bekerja optimal.

  1. Rasa haus yang tidak biasa dan sering buang air kecil

Ketika gula darah meningkat, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.

Proses ini menarik cairan dari tubuh, sehingga muncul rasa haus yang tak biasa dan frekuensi buang air kecil naik.

  1. Meningkatnya rasa lapar disertai dengan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Meskipun makan cukup atau bahkan lebih, berat badan bisa turun karena tubuh tak bisa menggunakan glukosa dengan baik sehingga mulai membakar lemak dan otot.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore