Perilaku merusak harga diri jika membandingkan hidup dengan orang lain di dunia online JawaPos.com – Kehadiran media sosial memudahkan siapa saja untuk mengikuti aktivitas, pencapaian, hingga gaya hidup orang lain. Namun, terlalu sering melihat kehidupan orang lain di dunia maya dapat memicu kebiasaan membandingkan diri yang berpotensi mengurangi rasa percaya diri. Unggahan mengenai liburan mewah, pencapaian karier, hubungan harmonis, atau penampilan menarik terkadang membuat seseorang merasa kehidupannya tidak sebaik milik orang lain. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan kenyataan yang dialami seseorang. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang sulit menghargai pencapaian sendiri dan semakin bergantung pada pengakuan dari lingkungan. Karena itu, penting untuk mengenali pola perilaku yang dapat memengaruhi cara kita memandang diri sendiri. Dilansir dari Geediting.com, terdapat delapan perilaku yang perlu diwaspadai karena dapat mengikis harga diri ketika seseorang terlalu sering membandingkan kehidupannya dengan orang lain di dunia online. 1. Terus Menggulir Media Sosial Tanpa Batas Menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat unggahan orang lain dapat membuat seseorang terpapar berbagai gambaran kehidupan yang tampak ideal. Mulai dari perjalanan ke luar negeri, rumah yang nyaman, hingga pencapaian profesional, semuanya bisa terlihat seolah-olah mudah diraih. Tanpa disadari, paparan tersebut dapat membentuk standar yang kurang realistis. Seseorang mungkin mulai merasa hidupnya membosankan atau tertinggal hanya karena tidak memiliki pengalaman yang sama dengan orang-orang yang dilihatnya. Jika kebiasaan ini terus berulang, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, mengembangkan kemampuan, atau menikmati aktivitas pribadi justru habis untuk mengamati kehidupan orang lain. Salah satu cara mengatasinya adalah menetapkan batas waktu penggunaan media sosial. Pilih waktu tertentu untuk membuka aplikasi dan berhenti sejenak ketika mulai merasa tidak nyaman dengan konten yang dikonsumsi. 2. Terus-Menerus Membandingkan Kehidupan Sendiri Melihat orang lain menikmati liburan, memperoleh pekerjaan impian, atau merayakan pencapaian tertentu dapat memunculkan pikiran bahwa kehidupan sendiri tidak cukup baik. Perbandingan semacam ini sering kali tidak adil karena setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan perjalanan hidup yang berbeda. Selain itu, unggahan di media sosial biasanya hanya menampilkan momen tertentu, bukan keseluruhan pengalaman seseorang. Ketika terlalu fokus pada pencapaian orang lain, seseorang dapat melupakan kemajuan yang sudah diraihnya sendiri. Ia juga berisiko menetapkan target berdasarkan standar orang lain, bukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuannya. Untuk menghindarinya, cobalah mengukur perkembangan diri berdasarkan tujuan pribadi. Menghargai kemajuan kecil dan menyadari bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing dapat membantu membangun pandangan diri yang lebih sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022