Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 18.34 WIB

Tak Takut Kehilangan Orang Lain, Ini 8 Batasan Tegas Orang yang Punya Harga Diri Tinggi

seseorang yang tidak berkompromi dengan batasan./Freepik/yanalya - Image

seseorang yang tidak berkompromi dengan batasan./Freepik/yanalya

JawaPos.com – Keinginan untuk diterima oleh lingkungan terkadang membuat seseorang mengabaikan kebutuhan dan prinsip pribadinya. Demi menjaga hubungan atau menghindari konflik, tidak sedikit orang yang memilih mengalah meskipun merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang diterima.

Namun, orang yang memiliki harga diri sehat cenderung memahami bahwa menjaga hubungan dengan orang lain tidak harus dilakukan dengan mengorbankan dirinya sendiri. Mereka mampu mengenali hal-hal yang masih bisa ditoleransi dan situasi yang sudah melewati batas kewajaran.

Harga diri bukan berarti merasa lebih unggul daripada orang lain. Sebaliknya, sikap ini berkaitan dengan kemampuan menghargai diri sendiri tanpa merendahkan orang lain. Salah satu wujudnya terlihat dari keberanian menetapkan batasan dalam hubungan sosial, kehidupan pribadi, maupun pekerjaan.

Dalam psikologi, batasan pribadi berperan penting untuk membantu seseorang menjaga kenyamanan, kebutuhan emosional, dan prinsip yang diyakininya. Berikut delapan batasan yang cenderung dijaga oleh orang yang memiliki penghargaan diri sehat.

1. Tidak Membiarkan Orang Lain Merendahkan Dirinya

Orang yang menghargai dirinya memahami bahwa setiap individu layak diperlakukan dengan hormat. Mereka tidak menganggap hinaan, penghinaan berulang, atau perkataan yang meremehkan sebagai sesuatu yang harus diterima demi mempertahankan hubungan.

Ketika menghadapi perlakuan semacam itu, mereka berusaha menyampaikan keberatan secara tegas tanpa harus membalas dengan perilaku yang sama. Jika situasi tidak berubah, mengambil jarak bisa menjadi pilihan untuk melindungi kesejahteraan diri.

Sikap ini berkaitan dengan komunikasi asertif, yakni kemampuan menyampaikan perasaan, kebutuhan, dan pendapat secara jelas sambil tetap menghormati hak orang lain.

2. Tidak Bertahan dalam Hubungan yang Berjalan Sepihak

Hubungan yang sehat membutuhkan keterlibatan kedua belah pihak. Baik dalam pertemanan, hubungan asmara, maupun pekerjaan, perhatian dan usaha idealnya tidak terus-menerus dibebankan kepada satu orang saja.

Individu yang memiliki penghargaan diri sehat akan memperhatikan apakah hubungan tersebut memberikan ruang bagi kebutuhan kedua pihak. Mereka bersedia membantu dan berkorban, tetapi tidak ingin terus-menerus menjadi satu-satunya pihak yang mempertahankan hubungan.

Jika berbagai upaya untuk memperbaiki keadaan tidak membuahkan hasil, mereka dapat mempertimbangkan kembali hubungan tersebut. Keputusan untuk menjauh bukan selalu berarti tidak peduli, melainkan bisa menjadi cara untuk menjaga keseimbangan emosional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore