
seseorang yang menolak keras penggunaan ai./Magnific/SkelDry
JawaPos.com - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, mencari informasi, membuat karya, bahkan berkomunikasi. Bagi sebagian orang, AI merupakan teknologi yang menarik dan penuh peluang. Mereka melihat AI sebagai alat yang dapat menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, membantu menyelesaikan pekerjaan, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru.
Namun, tidak semua orang melihat AI dengan cara yang sama.
Ada orang yang merasa antusias setiap kali muncul teknologi AI baru. Mereka segera mencoba chatbot, generator gambar, alat analisis data, atau berbagai aplikasi berbasis AI. Di sisi lain, ada orang yang justru merasa tidak nyaman, curiga, bahkan secara tegas menolak penggunaan AI.
Menariknya, perbedaan tersebut tidak selalu dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa seseorang "paham teknologi" sedangkan yang lain "tidak paham teknologi". Sikap manusia terhadap AI jauh lebih kompleks. Di balik penerimaan atau penolakan terhadap teknologi terdapat berbagai faktor psikologis: persepsi terhadap risiko, kebutuhan akan kontrol, pengalaman masa lalu, nilai pribadi, identitas, rasa takut kehilangan pekerjaan, hingga cara seseorang memandang perubahan.
Dengan kata lain, perdebatan mengenai AI bukan hanya persoalan teknologi. Ia juga merupakan persoalan manusia.
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (6/9), terdapat enam alasan psikologis mengapa sebagian orang menolak AI sementara sebagian lainnya dapat menerimanya dengan lebih mudah.
1. Perbedaan dalam Persepsi Risiko
Salah satu alasan paling mendasar adalah bagaimana seseorang mempersepsikan risiko.
Dua orang dapat melihat teknologi yang sama, tetapi mengambil kesimpulan yang berbeda karena mereka menilai potensi bahayanya secara berbeda.
Seseorang mungkin melihat AI dan berpikir:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022