Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 20.48 WIB

6 Alasan Mengapa Sebagian Orang Menolak AI dan Sebagian Lainnya Tidak Menurut Psikologi

seseorang yang menolak keras penggunaan ai./Magnific/SkelDry - Image

seseorang yang menolak keras penggunaan ai./Magnific/SkelDry

JawaPos.com - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, mencari informasi, membuat karya, bahkan berkomunikasi. Bagi sebagian orang, AI merupakan teknologi yang menarik dan penuh peluang. Mereka melihat AI sebagai alat yang dapat menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, membantu menyelesaikan pekerjaan, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru.

Namun, tidak semua orang melihat AI dengan cara yang sama.

Ada orang yang merasa antusias setiap kali muncul teknologi AI baru. Mereka segera mencoba chatbot, generator gambar, alat analisis data, atau berbagai aplikasi berbasis AI. Di sisi lain, ada orang yang justru merasa tidak nyaman, curiga, bahkan secara tegas menolak penggunaan AI.

Menariknya, perbedaan tersebut tidak selalu dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa seseorang "paham teknologi" sedangkan yang lain "tidak paham teknologi". Sikap manusia terhadap AI jauh lebih kompleks. Di balik penerimaan atau penolakan terhadap teknologi terdapat berbagai faktor psikologis: persepsi terhadap risiko, kebutuhan akan kontrol, pengalaman masa lalu, nilai pribadi, identitas, rasa takut kehilangan pekerjaan, hingga cara seseorang memandang perubahan.

Dengan kata lain, perdebatan mengenai AI bukan hanya persoalan teknologi. Ia juga merupakan persoalan manusia.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (6/9), terdapat enam alasan psikologis mengapa sebagian orang menolak AI sementara sebagian lainnya dapat menerimanya dengan lebih mudah.

1. Perbedaan dalam Persepsi Risiko

Salah satu alasan paling mendasar adalah bagaimana seseorang mempersepsikan risiko.

Dua orang dapat melihat teknologi yang sama, tetapi mengambil kesimpulan yang berbeda karena mereka menilai potensi bahayanya secara berbeda.

Seseorang mungkin melihat AI dan berpikir:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore