
Ilustrasi asuransi perlindungan jiwa (Pinterest)
JawaPos.com — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) mulai masuk ke proses pengelolaan klaim asuransi. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk mempercepat analisis, tetapi juga diarahkan untuk membantu perusahaan mengenali pola klaim yang berpotensi mengandung fraud, waste, and abuse (FWA).
Director & Chief Operating & IT Officer MSIG Life Elly Susanti berujar AI saat ini telah diterapkan dalam pengelolaan klaim di perusahaan asuransi. Teknologi tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi klaim sekaligus menganalisisnya dengan mempertimbangkan ketentuan polis dan kondisi medis yang terkait.
“Kami telah menerapkan AI pada pengelolaan klaim asuransi saat ini, dengan kemampuan mengumpulkan informasi klaim dan menganalisanya berdasarkan ketentuan polis serta kondisi-kondisi medisnya,” kata Elly dalam Public Expose melalui virtual Zoom pada Kamis (10/10).
Menurutnya penggunaan AI dapat membantu tim analis dalam memproses informasi klaim sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat dan konsisten. Namun, teknologi tersebut tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses analisis.“AI ini membantu tim sehingga bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat, lebih akurat dan lebih konsisten,” ujarnya.
Pemanfaatan AI juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi kecurangan (atau penipuan), pemborosan, dan penyalahgunaan dalam klaim asuransi. Hal itu mencakup berbagai kemungkinan penyimpangan, mulai dari dokumen yang dipalsukan hingga penggunaan obat yang dinilai berlebihan.
“Manfaat dan arah ke depannya, analisa ini akan membantu kami untuk melakukan deteksi FWA atau yang kita sebut Fraud (kecurangan), Waste (pemborosan), and Abuse (penyalahgunaan). Mulai dari pemalsuan dokumen hingga pemberian obat yang berlebihan,” imbuhnya.
Meski demikian, penerapan teknologi tersebut dilakukan secara bertahap. Elly menyebut tingkat akurasi AI akan terus berkembang seiring bertambahnya cakupan data dan pengalaman dalam penggunaannya. Dalam sesi Public Expose tersebut, perusahaan mencatat laba bersih Rp 181 miliar, meningkat 69 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Contractual Service Margin (CSM), tumbuh 8 persen menjadi Rp 913 miliar. Premi lanjutan mencapai Rp 1 triliun, naik 27 persen, sementara pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (APE) tercatat sebesar Rp 691 miliar.
Perusahaan juga mencatat ekuitas mencapai Rp8,2 triliun, melampaui ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023, yaitu Rp1 triliun yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2028.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022