Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 20.40 WIB

Jika Anda Sudah Berhenti Merasa Antusias terhadap Kehidupan, Menurut Psikologi 7 Perilaku Ini Mungkin Menjadi Penyebabnya

seseorang yang berhenti merasa antusias terhadap kehidupan / freepik - Image

seseorang yang berhenti merasa antusias terhadap kehidupan / freepik

JawaPos.com - Ada fase dalam hidup ketika segalanya terasa datar. Hal-hal yang dulu membuat Anda bersemangat kini terasa biasa saja. Bangun pagi terasa berat, tujuan hidup tampak kabur, dan hari-hari berjalan tanpa gairah. Jika Anda pernah merasakan ini, Anda tidak sendirian.

Dalam psikologi, kondisi kehilangan antusiasme terhadap kehidupan sering dikaitkan dengan pola perilaku tertentu yang tanpa disadari kita lakukan berulang kali. Bukan berarti ada yang “rusak” dalam diri Anda, tetapi ada kebiasaan yang mungkin mengikis energi mental dan emosional secara perlahan.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (26/4), terdapat 7 perilaku yang menurut psikologi bisa menjadi penyebab mengapa Anda kehilangan semangat hidup.

1. Terlalu Sering Hidup dengan Mode “Autopilot”

Ketika rutinitas menguasai hidup sepenuhnya, otak kita berhenti merasakan hal-hal baru. Anda mungkin bangun, bekerja, makan, tidur—tanpa benar-benar “hadir” dalam momen tersebut.

Psikologi menyebut ini sebagai automatic living, di mana kesadaran kita menurun dan pengalaman hidup terasa hambar. Tanpa variasi atau kesadaran penuh, otak tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk memunculkan rasa antusias.

Dampaknya: hidup terasa monoton, hari-hari seperti berulang tanpa makna.

2. Menghindari Ketidaknyamanan Secara Berlebihan

Secara alami manusia ingin menghindari rasa tidak nyaman. Namun, ketika Anda selalu memilih zona aman, Anda juga kehilangan kesempatan untuk tumbuh.

Ironisnya, banyak hal yang memberi makna dalam hidup—seperti belajar hal baru, membangun hubungan, atau mengejar mimpi—selalu melibatkan sedikit ketidaknyamanan.

Dampaknya: hidup terasa stagnan karena tidak ada tantangan yang memicu rasa hidup.

3. Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Jika suara dalam kepala Anda terus-menerus mengkritik, meremehkan, atau menyalahkan diri sendiri, lama-kelamaan itu akan menguras energi emosional.

Psikologi menunjukkan bahwa self-criticism yang berlebihan dapat menurunkan motivasi dan meningkatkan rasa putus asa.

Dampaknya: Anda kehilangan dorongan untuk mencoba karena merasa tidak akan pernah cukup baik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore