
seseorang yang kehilangan rasa hormat./Freepik/wosunan5
JawaPos.com - Hubungan orang tua dan anak sejatinya dibangun di atas cinta, rasa aman, dan hormat yang tumbuh seiring waktu.
Namun, tidak sedikit orang tua yang terkejut ketika mendapati anak-anak mereka, saat beranjak dewasa, mulai menjaga jarak, berbicara dingin, atau tidak lagi mendengarkan nasihat seperti dulu.
Yang menyakitkan, perubahan ini sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba—melainkan akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang luput disadari.
Psikologi perkembangan dan dinamika keluarga menunjukkan bahwa rasa hormat anak bukanlah sesuatu yang otomatis bertahan hanya karena status “orang tua”.
Ia perlu dirawat. Tanpa disadari, beberapa perilaku yang dianggap wajar justru perlahan mengikis respek tersebut.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (18/1), terdapat delapan perilaku yang sering muncul pada orang tua yang kehilangan rasa hormat anak mereka seiring bertambahnya usia.
1. Terlalu Sering Meremehkan Perasaan Anak
Banyak orang tua merasa pengalaman hidup merekalah yang paling berat. Akibatnya, ketika anak mengeluh atau bercerita, respons yang muncul adalah, “Ah, itu belum seberapa,” atau “Dulu Ayah/Ibu lebih susah.”
Dari sudut pandang psikologi, meremehkan emosi anak—bahkan saat mereka sudah dewasa—membuat mereka merasa tidak divalidasi. Lama-kelamaan, anak belajar bahwa membuka perasaan pada orang tuanya hanya akan berujung pada penilaian, bukan pemahaman.
2. Menggunakan Otoritas Lama di Dunia yang Sudah Berubah
Kalimat seperti “Pokoknya dengarkan orang tua” mungkin efektif saat anak masih kecil. Namun ketika anak tumbuh menjadi individu mandiri, pendekatan otoriter tanpa dialog justru terasa mengekang.
Psikologi menyebut ini sebagai kegagalan transisi peran: orang tua lupa beralih dari pengendali menjadi pembimbing. Ketika pendapat anak terus-menerus ditolak hanya karena “tidak sesuai cara lama”, rasa hormat perlahan berubah menjadi jarak emosional.
3. Sulit Mengakui Kesalahan
Tidak ada orang tua yang sempurna. Namun, sebagian orang tua tumbuh dengan keyakinan bahwa mengakui kesalahan akan menjatuhkan wibawa.
Padahal, secara psikologis, kemampuan meminta maaf justru memperkuat respek. Anak yang melihat orang tuanya mau berkata, “Ayah/Ibu salah,” belajar bahwa kerendahan hati adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022