Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 17.58 WIB

Ini 8 Tanda Orang Sulit Menerima Kritik Pedas dan Sering Denial, Ketahui Pula Cara Menghadapinya

Salah satu tanda orang sulit menerima kritik pedas adalah berlagak sebagai korban alias playing victim. (Stockking/Freepik) - Image

Salah satu tanda orang sulit menerima kritik pedas adalah berlagak sebagai korban alias playing victim. (Stockking/Freepik)

JawaPos.com - Tanda orang sulit menerima kritik pedas bisa terlihat dari sikap defensif yang berlebihan.

Tidak semua orang mampu bersikap terbuka ketika diberi masukan, apalagi jika disampaikan dengan tegas. Beberapa orang justru menunjukkan berbagai reaksi yang menandakan penolakan.

Hal ini sering kali berakar dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu ketika kritik digunakan sebagai senjata, bukan sarana perbaikan.

Berikut ini sejumlah tanda umum yang menunjukkan seseorang tidak mau dikritik, sekaligus cara menghadapinya dengan lebih bijak seperti dirangkum dari The Expert Editor dan Global English Editing.

1. Langsung Menyangkal

Ciri orang sulit terima kritik pertama adalah langsung menyangkal. Saat mendapat masukan, mereka buru-buru berkata, “Itu tidak benar!” tanpa mempertimbangkan isinya. Reaksi spontan ini berfungsi sebagai tameng emosional agar tidak merasa salah.

Cara menghadapinya adalah dengan menggunakan “I statements.” Misalnya, alih-alih berkata “Kamu selalu telat”, lebih baik katakan “Aku perhatikan deadline agak sulit dipenuhi belakangan ini. Bisa kita cari solusinya bersama?”

2. Melawan dengan Menyerang Balik

Tanda orang sulit menerima kritik pedas berikutnya adalah menyerang balik. Alih-alih menerima masukan, mereka mengalihkan topik. Tujuannya untuk menghindari tanggung jawab.

Solusinya, kembalikan fokus pada masalah inti. Katakan, “Hal itu memang penting, tapi mari kita selesaikan dulu persoalan ini.” Dengan begitu, percakapan tetap terarah.

3. Berperan Sebagai Korban

Orang yang tidak mau dikritik sering kali berperan sebagai korban. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi sehingga mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Untuk menghadapi hal ini, validasi dahulu perasaan mereka tanpa menyetujui sikap defensifnya.

Contohnya, “Aku paham feedback ini membuatmu kurang nyaman, tapi niatku untuk memperbaiki kerja sama kita.”

4. Terlalu Banyak Beralasan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore