
Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson (Instagram @jaafarjackson)
JawaPos.com – Film biografi Michael Jackson menuai sorotan menjelang perilisannya di bioskop. Meskipun diperkirakan akan meraih pendapatan sekitar USD 70 - 110 juta atau Rp 1,2 - 1,9 triliun pada pekan pertama penayangan, Namun film ini justru hanya memperoleh skor 35℅ di Rotten Tomatoes.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara respons pasar dan penilaian kritikus terhadap kualitas film.
Berikut 4 alasan penyebab film biopik ‘Michael’ mendapatkan rating yang kurang memuaskan, seperti dilansir dari laman The Express Tribune pada Kamis (23/4).
1. Pendekatan Narasi yang Dinilai Terlalu Mengagungkan
Kritikus menilai film ini terlalu menonjolkan sisi positif tokoh tanpa memberikan keseimbangan naratif. Cerita dianggap tidak menghadirkan konflik yang kuat sehingga terasa datar. Beberapa pengulas menyebut film ini cenderung menghindari ketegangan dramatis yang seharusnya menjadi elemen penting. Kritik dari Nicholas Barber menyebut film tersebut kurang kompeten dalam membangun emosi penonton. Akibatnya, alur cerita dinilai tidak mampu memberikan kedalaman yang memadai.
2. Hilangnya Periode Penting dalam Kehidupan Tokoh
Narasi film diketahui hanya berfokus hingga pertengahan tahun 1980-an. Keputusan ini dianggap mengabaikan fase penting dalam kehidupan Michael Jackson setelah periode tersebut. Kritikus menilai bagian akhir hidupnya memiliki kompleksitas yang signifikan untuk ditampilkan. Penghilangan tersebut membuat cerita terasa tidak utuh dan terkesan dipotong. Dampaknya, film dinilai kehilangan konteks yang lebih luas mengenai perjalanan hidup tokoh utama.
3. Pengembangan Karakter yang Kurang Mendalam
Penampilan Jaafar Jackson dinilai lebih mengandalkan kemiripan fisik dibandingkan kedalaman emosional. Karakter utama dianggap belum mampu menghadirkan kompleksitas psikologis yang kuat. Selain itu, peran pendukung seperti Colman Domingo, Nia Long, dan Miles Teller dinilai kurang berkembang. Interaksi antarkarakter juga dianggap tidak memberikan dampak emosional yang signifikan. Hal ini membuat keseluruhan cerita terasa kurang hidup.
4. Kualitas Dialog dan Rekonstruksi Artistik yang Dianggap Lemah

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
