Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 05.05 WIB

Film Biopik Michael Jackson Tuai 4 Kritik Tajam Meski Sukses secara Komersial

Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson (Instagram @jaafarjackson) - Image

Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson (Instagram @jaafarjackson)

JawaPos.com – Film biografi Michael Jackson menuai sorotan menjelang perilisannya di bioskop. Meskipun diperkirakan akan meraih pendapatan sekitar USD 70 - 110 juta atau Rp 1,2 - 1,9 triliun pada pekan pertama penayangan, Namun film ini justru hanya memperoleh skor 35℅ di Rotten Tomatoes.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara respons pasar dan penilaian kritikus terhadap kualitas film.

Berikut 4 alasan penyebab film biopik ‘Michael’ mendapatkan rating yang kurang memuaskan, seperti dilansir dari laman The Express Tribune pada Kamis (23/4).

1.     Pendekatan Narasi yang Dinilai Terlalu Mengagungkan

Kritikus menilai film ini terlalu menonjolkan sisi positif tokoh tanpa memberikan keseimbangan naratif. Cerita dianggap tidak menghadirkan konflik yang kuat sehingga terasa datar. Beberapa pengulas menyebut film ini cenderung menghindari ketegangan dramatis yang seharusnya menjadi elemen penting. Kritik dari Nicholas Barber menyebut film tersebut kurang kompeten dalam membangun emosi penonton. Akibatnya, alur cerita dinilai tidak mampu memberikan kedalaman yang memadai.

2.     Hilangnya Periode Penting dalam Kehidupan Tokoh

Narasi film diketahui hanya berfokus hingga pertengahan tahun 1980-an. Keputusan ini dianggap mengabaikan fase penting dalam kehidupan Michael Jackson setelah periode tersebut. Kritikus menilai bagian akhir hidupnya memiliki kompleksitas yang signifikan untuk ditampilkan. Penghilangan tersebut membuat cerita terasa tidak utuh dan terkesan dipotong. Dampaknya, film dinilai kehilangan konteks yang lebih luas mengenai perjalanan hidup tokoh utama.

3.     Pengembangan Karakter yang Kurang Mendalam

Penampilan Jaafar Jackson dinilai lebih mengandalkan kemiripan fisik dibandingkan kedalaman emosional. Karakter utama dianggap belum mampu menghadirkan kompleksitas psikologis yang kuat. Selain itu, peran pendukung seperti Colman Domingo, Nia Long, dan Miles Teller dinilai kurang berkembang. Interaksi antarkarakter juga dianggap tidak memberikan dampak emosional yang signifikan. Hal ini membuat keseluruhan cerita terasa kurang hidup.

4.     Kualitas Dialog dan Rekonstruksi Artistik yang Dianggap Lemah

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore