
seseorang yang membisukan obrolan grup./Freepik/thanyakij-12
JawaPos.com - Dalam era digital yang penuh notifikasi, obrolan grup menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial.
Mulai dari grup keluarga, teman sekolah, hingga komunitas kerja, hampir semua orang pasti tergabung di dalamnya.
Namun, ada sebagian orang yang memilih menonaktifkan notifikasi grup atau bahkan keluar dari obrolan tersebut.
Tindakan ini sering menimbulkan tanda tanya: apakah mereka tidak suka bersosialisasi? Apakah sedang marah? Ataukah sekadar ingin tenang?
Dilansir dari Geediting pada Senin (15/9), menurut psikologi, orang yang menonaktifkan obrolan grup sebenarnya tidak selalu anti-sosial. Justru, mereka biasanya memiliki kecenderungan perilaku tertentu yang cukup unik.
1. Mereka Lebih Selektif dalam Interaksi Sosial
Orang yang menonaktifkan grup biasanya tidak suka membuang energi pada percakapan yang dianggap kurang penting.
Mereka lebih memilih berinteraksi secara personal dengan orang-orang terdekat dibanding membaca ratusan pesan grup yang sering kali tidak relevan.
Ini menandakan sifat selektif dan kemampuan memprioritaskan hubungan yang benar-benar bermakna.
2. Cenderung Menghargai Waktu dan Fokus
Dari sisi psikologi kognitif, terlalu banyak notifikasi bisa memecah konsentrasi dan menguras energi mental.
Orang yang mematikan obrolan grup sering kali sadar betul bahwa fokus adalah aset penting.
Mereka lebih senang memanfaatkan waktunya untuk bekerja, belajar, atau kegiatan yang produktif daripada terganggu oleh notifikasi tanpa henti.
3. Lebih Menyukai Kendali atas Hidupnya

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
