Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar. (Pexels)
JawaPos.com – Kamu pasti pernah merasakan saat hubungan terlihat baik-baik saja, tapi tiba-tiba komunikasi terputus.
Tidak ada marah, tidak ada peringatan, hanya keheningan yang menusuk. Itulah silent treatment. Sebuah bentuk diam yang lebih menyakitkan daripada seribu kata kasar.
Fenomena ini tidak sekadar ketidaksediaan berbicara, tapi bisa menjadi bentuk kejam dalam interaksi emosional dan komunikasi.
Baca Juga: Silent Treatment dalam Hubungan: Tanda Manipulasi Pasangan atau Bentuk Komunikasi yang Buruk?
Otak Memproses Diam seperti Rasa Sakit Fisik
Menurut Cleveland Clinic, saat kita diberi silent treatment, otak merespons dengan reaksi mirip ketika mengalami penolakan sosial.
Aktivitas otak di bagian yang memproses rasa sakit seperti dorsal anterior cingulate cortex menjadi menguat.
Artinya, diam bisa terasa seperti luka fisik. Ini bukan sekadar metafora. Otak benar-benar merasakannya seperti sakit yang nyata.
Diam Sebagai Alat Kekuasaan dan Manipulasi
Psychology Today menyebut silent treatment sebagai bentuk manipulasi emosional. Ini sering digunakan untuk mengontrol, menghukum, atau menundukkan orang lain.
Tanpa kata-kata, pelaku bisa membuat korban merasa tidak berdaya, bingung, dan meragukan diri sendiri.
Dalam ranah pelecehan emosional, ini termasuk taktik yang sangat efektif karena sulit dikenali.
Kadang, diam dibutuhkan setelah konflik tapi itu bukan silent treatment.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
