Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 20.14 WIB

Silent Treatment dalam Hubungan: Tanda Manipulasi Pasangan atau Bentuk Komunikasi yang Buruk?

Ilustrasi silent treatment./Pexels.

JawaPos.com – Diabaikan oleh seseorang atau yang dikenal sebagai silent treatment memiliki beberapa dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. 

Pasti kalian para generasi muda –termasuk saya juga– sering mendengar terminologi yang satu ini entah dalam hubungan percintaan atau lingkup pertemanan. 

Untuk yang baru mendengar frasa yang satu ini, silent treatment adalah salah satu tindakan untuk mengontrol, menghukum atau memanipulasi seseorang dengan menghentikan komunikasi

Sebagai contoh, salah satu pasangan dari hubungan romantis telah melakukan “kesalahan” kecil maupun besar. 

Pihak yang merasa marah atau kecewa akan berhenti berkomunikasi untuk beberapa jangka waktu dengan tujuan menghukum pasangannya. 

Menariknya, dilansir dari The Counseling Place, 67% pasangan telah melaporkan bahwa silent treatment terjadi pada hubungan mereka. 

Hal ini tentu sebaiknya dihindari dan langkah pertama menghindari adalah mengidentifikasi bukan? Simak penjelasan tentang silent treatment berikut ini yang dilansir dari Cleveland Clinic dan Psychology Today. 

1. Penyebab Silent Treatment

Silent treatment biasanya muncul sebagai bentuk reaksi emosional ketika seseorang merasa tersakiti, kecewa, atau tidak didengar. 

Alih-alih mengungkapkan perasaan secara terbuka, mereka memilih diam sebagai “senjata” untuk menunjukkan ketidakpuasan.

Ada beberapa faktor umum yang bisa memicu munculnya silent treatment: 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore