Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 16.52 WIB

4 Trik Komunikasi ala Orang dengan Emotional Intelligence Tinggi, Bikin Percakapan Sulit Jadi Lancar

Ilustrasi seorang pria dan wanita menghadapi percakapan sulit. (pexels.com) - Image

Ilustrasi seorang pria dan wanita menghadapi percakapan sulit. (pexels.com)

JawaPos.com - Komunikasi menjadi elemen penting dari pertemuan dengan orang lain. Terkadang situasi percakapan yang sulit dapat memicu emosi dan berakhir pada alur komunikasi yang gagal.

Lain halnya dengan seseorang yang memiliki tingkat emotional intelligence tinggi. Mereka mempunyai trik berbicara secara sederhana tapi berdampak besar dalam menjaga alur komunikasi dan meredam emosi.

Dari situ seseorang dapat terbiasa mengungkapkan isi hati dengan jujur tapi tetap menjunjung tinggi kehormatan. Seperti dilansir dari Your Tango, berikut ini 4 trik berbicara saat menghadapi situasi percakapan yang sulit:

1. Ciptakan Ruang Aman dan Nyaman saat Berbicara

Sebelum memasuki pembicaraan yang serius, ada baiknya menyiapkan tempat atau ruangan yang membuatmu merasa nyaman. Pastikan suasana mendukung sehingga kamu bisa lebih tenang saat bertemu lawan bicara, baik dari segi jarak maupun nuansa percakapan.

Tidak hanya aspek fisik seperti ruang dan jarak, waktu serta kondisi psikologis juga penting untuk diatur agar obrolan berjalan lebih cair. Pilihlah lokasi yang tenang, jauh dari keramaian dan gangguan. Jika perlu, ciptakan atmosfer hangat dengan memutar musik lembut, menyalakan lilin, atau menyesuaikan suhu ruangan.

Ruangan yang nyaman akan membantu mengurangi ketegangan sekaligus membuat lawan bicara lebih terbuka dan siap mendengarkan.

2. Gunakan Napas sebagai Jangkar Emosional

Cobalah menyelaraskan napas dengan lawan bicara untuk menciptakan suasana tenang sekaligus meredakan ketegangan.

Duduklah berhadapan, lalu tarik napas dalam-dalam secara bersamaan dan hembuskan perlahan dengan ritme yang sama. Mengajak lawan bicara bernapas bersama sebelum memulai dialog dapat membantu membuka komunikasi yang lebih jernih.

Teknik sederhana ini efektif menenangkan tubuh dan pikiran sebelum memasuki percakapan yang intens. Selain itu, napas yang selaras juga mengirimkan sinyal empati, seakan menunjukkan bahwa pembicaraan dapat dimulai tanpa ada emosi yang menguasai.

3. Bergantian Menyampaikan dan Merespons

Sebuah percakapan tidak akan berjalan baik jika masing-masing pihak hanya ingin berbicara tanpa mau mendengarkan.

Penting untuk memberi kesempatan bagi lawan bicara menyampaikan isi hati. Dengan bergantian berbicara, interupsi bisa dihindari sehingga kedua belah pihak merasa didengar dan emosi pun lebih terkendali.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore