Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15.59 WIB

Pernahkah Anda Mengalami Trauma? Simak! Proses Pemulihannya dengan Komunikasi Interpersonal

Ilustrasi seseorang yang alami trauma yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang alami trauma yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya (Freepik)

JawaPos.com – Pengalaman terhadap peristiwa buruk, menakutkan, dan menyedihkan bisa berdampak pada respon emosional atau psikologis yang biasa disebut dengan trauma. Anda pernah mengalaminya?

Jika iya, pemulihan bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatasi trauma melalui komunikasi interpersonal.

Dikutip JawaPos.com dari Jurnal Humaniora Vol. 20, No. 2 (2020), komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan untuk mencapai makna yang sama antara pembicara dan pendengar.

Komunikasi ini sebagai bentuk interaksi verbal dan nonverbal dalam pengaplikasiannya.

Pengertian komunikasi verbal dan nonverbal

Interaksi atau komunikasi verbal merupakan komunikasi yang memakai kata-kata, baik tulisan maupun lisan. Melalui kata-kata, seseorang akan mengungkapkan perasaan, pemikiran, emosi, serta informasi yang ingin disampaikan, maka dengan ini akan saling bertukar pikiran.

Sedangkan komunikasi nonverbal mencakup semua aspek komunikasi selain kata-kata, bisa berupa tindakan, objek, tanda, maupun bahasa tubuh.

Pada penerapan komunikasi interpersonal pastinya membutuhkan dua interaksi ini sekaligus. Walaupun keduanya memiliki perbedaan, namun keduanya pun sama-sama dibutuhkan untuk berlangsungnya komunikasi efektif.

Proses pemulihan trauma

Proses pemulihan rasa trauma melalui komunikasi interpersonal yaitu dengan menyediakan ruang untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan secara transparan atau terbuka. Pada penerapan komunikasi yang dilakukan, dibutuhkan dukungan sosial seperti perhatian dan empati yang berpengaruh pada pemulihan kondisi psikologis korban trauma.

Pengaplikasian proses pemulihan tidak hanya membutuhkan upaya individu semata, melainkan juga butuh orang lain guna menciptakan kondisi yang lebih sehat.

Praktisi, seperti psikolog salah satunya yang berfokus pada pengelolaan emosi dan keterampilan komunikasi. Selain itu, dukungan dari keluarga atau komunitas juga menjadi penting sebagai tempat berbagi. Akibatnya, hal ini dapat mendukung pemulihan emosional bagi si trauma.

Komunikasi interpersonal membantu penerimaan

Rasa trauma yang muncul karena melibatkan komunikasi intensif, hubungan toxic misalnya, sehingga membutuhkan orang lain untuk penyelesaiannya dengan perlahan mendorong si korban keluar dari lingkaran hubungan tersebut.

Komunikasi interpersonal akan membantu dalam proses penerimaan, mencari tahu penyebab dari trauma, dan menciptakan kembali hubungan yang lebih baik dan sehat. Tentunya komunikasi yang dipakai diungkapkan dengan jujur dan terbuka serta lapang dada.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore