
Ilustrasi seseorang yang menunjukkan ekspresi menghakimi atau menceramahi, sementara orang lain tampak bingung atau tidak nyaman dengan sikap tersebut. (Freepik)
JawaPos.com - Berinteraksi dengan seseorang yang tampak sangat benar sendiri namun perilakunya tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai etika bisa membingungkan sekali. Terkadang, kita merasa ada sesuatu yang tidak pas, seolah ada ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan mereka.
Sangat menarik, orang-orang sok suci semacam ini sering kali menampilkan berbagai perilaku khas tanpa benar-benar menyadari ketimpangan itu. Mereka mungkin yakin telah bertindak benar meskipun ada dasar moral yang kurang. Melansir Geediting.com pada Minggu (8/6), ada beberapa tanda mencolok yang sering kali ditunjukkan oleh individu semacam ini.
1. Memanfaatkan Kebajikan Sebagai Senjata
Satu di antara perilaku mencolok adalah penggunaan kebaikan atau nilai luhur sebagai alat untuk menyerang orang lain. Mereka dengan sengaja memperlihatkan standar moral tinggi demi keuntungan pribadi atau untuk menonjolkan diri dibandingkan orang lain di sekitarnya.
2. Memelintir Aturan Saat Tak Ada yang Mengawasi
Ketika tidak ada yang melihat atau mengawasi, mereka cenderung memanipulasi aturan atau norma demi kepentingan pribadi tanpa ragu. Integritas mereka dapat dipertanyakan karena kemampuan memelintir situasi demi keuntungan diri sendiri menjadi sangat jelas.
3. Menilai Niat, Bukan Perbuatan
Mereka punya kebiasaan fokus pada niat di balik tindakan orang lain, bukan pada hasil nyata perbuatan itu sendiri. Penilaian sering kali didasarkan pada asumsi niat buruk, meskipun tindakan tersebut sebenarnya tidak merugikan siapapun secara langsung.
4. Menguasai Obrolan dengan Omongan Moral
Individu ini kerap membajak percakapan untuk menyampaikan ceramah panjang mengenai moralitas atau kebenaran. Tujuannya adalah meninggikan diri mereka di mata orang lain, membuat diri terlihat lebih bermoral daripada yang sebenarnya.
5. Menyebarkan Rasa Bersalah Demi Kekuasaan
Mereka tidak segan menggunakan perasaan bersalah orang lain sebagai taktik untuk memanipulasi dan mendapatkan kendali. Strategi ini sering kali efektif dalam membuat orang lain merasa berutang atau bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.
6. Mengelak dengan Alasan Moral yang Menyesatkan
Ketika dihadapkan pada kritik atau kesalahan, mereka piawai menggunakan dalih moral untuk mengalihkan perhatian dan menghindari tanggung jawab. Seolah-olah mereka menciptakan "bom asap" moral untuk menutupi kekurangan atau kesalahan yang baru saja mereka perbuat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
