Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Februari 2026 | 00.24 WIB

Orang yang Diam-diam Berhenti Berusaha untuk Membuat Semua Orang Terkesan Biasanya Menunjukkan 8 Tanda Kematangan Emosional Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berhenti membuat orang terkesan


JawaPos.com - Di dunia yang semakin terhubung lewat media sosial dan tuntutan sosial, banyak orang tanpa sadar hidup dalam mode “ingin terlihat baik.” Mereka menyesuaikan pendapat, pencapaian, bahkan kepribadian demi mendapat validasi. Namun menurut psikologi perkembangan dan teori kepribadian, ada fase penting dalam hidup ketika seseorang berhenti mengejar kesan dan mulai mengejar makna.

Dalam kerangka perkembangan psikososial dari Erik Erikson, kematangan emosional ditandai dengan pergeseran fokus dari pencarian pengakuan menuju pembentukan identitas dan kontribusi yang autentik. Sementara itu, pendekatan humanistik dari Carl Rogers menekankan pentingnya self-acceptance dan hidup selaras dengan diri sejati.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (15/2), orang yang diam-diam berhenti berusaha mengesankan semua orang biasanya tidak sedang “menyerah.” Justru, mereka sedang bertumbuh. Berikut adalah delapan tanda kematangan emosional yang sering muncul.

Mereka tidak lagi mengukur nilai diri dari pujian, “like,” atau pengakuan sosial. Kepercayaan diri mereka bersumber dari standar internal.

Konsep self-actualization yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow menjelaskan bahwa pada tingkat kebutuhan tertinggi, manusia terdorong untuk menjadi versi terbaik dirinya — bukan untuk mengesankan orang lain, tetapi untuk memenuhi potensi pribadinya.

2. Nyaman dengan Ketidaksepakatan

Orang yang matang secara emosional tidak takut berbeda pendapat. Mereka tidak merasa harus selalu disukai.

Menurut penelitian tentang differentiation of self dari Murray Bowen, individu yang sehat secara emosional mampu mempertahankan identitas dan keyakinannya meskipun berada di tengah tekanan sosial.

Alih-alih membanggakan diri, mereka membiarkan hasil kerja berbicara. Mereka memahami bahwa harga diri sejati tidak perlu diumumkan.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa kebutuhan untuk terus memamerkan pencapaian sering kali berkaitan dengan rasa tidak aman yang tersembunyi.

4. Lebih Memilih Kedalaman daripada Popularitas

Mereka tidak lagi mengejar lingkaran sosial besar demi status. Kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitas.

Dalam teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby, keamanan emosional terbentuk dari hubungan yang stabil dan bermakna, bukan dari banyaknya koneksi superfisial.

5. Mampu Mengakui Kesalahan Tanpa Drama

Berhenti berusaha terlihat sempurna berarti berani mengakui kesalahan. Orang yang matang tahu bahwa kesalahan adalah bagian dari pertumbuhan.

Pendekatan terapi rasional-emosional dari Albert Ellis menekankan pentingnya menerima ketidaksempurnaan diri sebagai manusia.

6. Tidak Mudah Tersinggung oleh Kritik

Mereka mampu membedakan antara kritik konstruktif dan serangan pribadi. Alih-alih defensif, mereka reflektif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore