
Ilustrasi seorang pria yang menunjukkan ekspresi berlebihan dalam percakapan atau penampilan, kemungkinan sebagai bentuk kompensasi. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, kita mungkin bertemu dengan beberapa pria yang perilakunya kadang terasa sedikit janggal atau berlebihan dalam situasi tertentu. Gaya bicara atau tindakan mereka sering kali menampilkan kesan kuat yang mungkin membuat kita bertanya-tanya apa sebenarnya yang mendasarinya.
Menariknya, perilaku tersebut terkadang muncul sebagai bentuk kompensasi atau penyeimbang terhadap kondisi yang mungkin dianggap kurang ideal oleh mereka sendiri. Salah satu kondisi itu bisa berkaitan dengan pekerjaan atau pendapatan yang dirasa belum memuaskan hatinya.
Melansir Geediting.com pada Minggu (18/05), berikut adalah delapan perilaku khas yang sering ditampilkan pria tanpa menyadari bahwa itu adalah bentuk kompensasi terhadap gaji rendah.
1. Berusaha Keras Mempertahankan Kendali
Mereka sering kali menunjukkan kebutuhan besar untuk selalu memegang kendali penuh dalam berbagai situasi atau diskusi yang sedang berlangsung. Keinginan mengontrol ini mungkin muncul sebagai cara untuk merasa lebih berdaya ketika aspek finansial dirasa kurang kuat.
2. Berlebihan dalam Belanja untuk Ilusi
Ada kecenderungan untuk mengeluarkan uang secara berlebihan demi membeli barang-barang mahal atau menampilkan gaya hidup mewah di depan orang lain. Perilaku ini bertujuan menciptakan ilusi kesuksesan atau kemakmuran yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai realita finansial mereka saat ini.
3. Melebih-lebihkan Pencapaian Pribadi
Mereka sering kali gemar menceritakan prestasi atau kesuksesan mereka dengan narasi yang mungkin sedikit dilebih-lebihkan dari kenyataan sesungguhnya. Hal ini dilakukan untuk membangun citra diri yang lebih mengesankan dan dihargai oleh orang lain di lingkungan pergaulan mereka.
4. Merendahkan atau Menjatuhkan Orang Lain
Salah satu cara lain untuk merasa lebih unggul adalah dengan merendahkan atau mengkritik pencapaian atau situasi hidup orang lain di sekitarnya. Dengan menjatuhkan orang lain, mereka secara tidak langsung berusaha mengangkat status atau harga diri mereka sendiri dalam perbandingan sosial.
5. Mengabaikan Kesehatan Pribadi Sendiri
Fokus berlebihan pada pekerjaan atau mencari cara lain untuk merasa bernilai terkadang membuat mereka melupakan pentingnya merawat diri secara fisik maupun mental. Kesehatan pribadi sering kali dikesampingkan demi mencapai tujuan atau menghindari kenyataan yang tidak diinginkan terkait pekerjaan.
6. Sangat Mencari Pengakuan atau Validasi
Mereka memiliki kebutuhan kuat akan pujian, apresiasi, dan pengakuan dari orang lain terkait usaha atau 'kesuksesan' yang ditampilkan. Validasi eksternal ini berfungsi sebagai penguat harga diri yang mungkin terasa rapuh akibat ketidakpuasan terhadap status pekerjaan atau finansial.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
