Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 01.21 WIB

7 Perilaku Tampak Sopan Namun Sebenarnya Digunakan sebagai Cara Menghindari Konflik secara Halus

Ilustrasi tampak sopan untuk menghindari konflik (Freepik) - Image

Ilustrasi tampak sopan untuk menghindari konflik (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa perilaku yang terlihat sopan dalam komunikasi sosial ternyata merupakan cara tidak langsung untuk menghindari ketegangan atau perbedaan pendapat.

Menghindari konflik adalah tindakan sadar untuk tidak terlibat dalam konfrontasi atau perselisihan demi menjaga ketenangan situasi.

Menurut Dr. Robert Brooks, seorang psikolog, penghindaran konflik dalam dosis tertentu dapat berguna untuk menjaga hubungan tetap harmonis.

Memahami perilaku sopan yang sebenarnya merupakan bentuk penghindaran konflik membantu membangun komunikasi yang lebih terbuka dan jujur.

Berikut 7 perilaku tampak sopan namun sebenarnya digunakan sebagai cara menghindari konflik secara halus dilansir dari laman Blogherald, Minggu (4/5):

1. Persetujuan Tanpa Sikap Kritis

Memberikan persetujuan terhadap segala pendapat orang lain bisa terlihat sopan tetapi sering digunakan untuk meredam potensi konflik. Perilaku ini tidak selalu mencerminkan kesepakatan sejati, melainkan cara untuk menghindari ketidaknyamanan.

Kondisi ini berisiko meniadakan diskusi sehat yang bisa memicu pertumbuhan pemikiran. Mengenali pola ini membantu menciptakan percakapan lebih autentik dan konstruktif.

2. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Perubahan arah pembicaraan secara tiba-tiba saat diskusi mulai memanas bisa menunjukkan keengganan untuk menyentuh isu penting. Meski terlihat seperti menjaga suasana, tindakan ini menghambat dialog terbuka.

Pengalihan ini sering kali mencegah penyampaian pendapat yang sebenarnya relevan. Menyadari strategi ini memungkinkan percakapan lebih jujur dan bermakna.

3. Permintaan Maaf yang Berlebihan

Mengucap "maaf" terus-menerus, bahkan saat tidak bersalah, bisa menjadi penanda keengganan terhadap konflik langsung. Studi dari Universitas Waterloo menemukan bahwa kebiasaan ini dipicu oleh keinginan untuk tidak mengecewakan pihak lain.

Tindakan ini melemahkan makna permintaan maaf dan mengaburkan komunikasi yang jelas. Sikap ini juga berpotensi menurunkan rasa percaya diri dan keaslian ekspresi.

4. Menghindari Kontak Mata

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore