
Orang yang Selalu Berlebihan Saat Bercerita, Ternyata Punya 7 Perilaku Ini
JawaPos.com - Pernahkah anda mendengarkan seseorang bercerita dengan begitu dramatis, sampai rasanya seperti menonton film di bioskop?
Orang yang selalu berlebihan saat bercerita memang punya kemampuan unik dalam menghidupkan kisah, meskipun terkadang ceritanya terdengar terlalu luar biasa untuk menjadi kenyataan.
Bisa jadi ini bukan sekadar kebiasaan, tapi ada perilaku tertentu yang mendasarinya. Dari sekadar menambahkan detail kecil hingga benar-benar mendramatisir sebuah cerita, ada banyak alasan mengapa seseorang cenderung melebih-lebihkan cerita mereka.
Dilansir dari Hack Spirit pada Sabtu (29/3) yuk, cek 7 perilaku yang sering muncul pada orang yang selalu berlebihan saat bercerita!
1. Mencari Validasi
Salah satu alasan utama seseorang melebih-lebihkan cerita adalah kebutuhan akan validasi. Mereka ingin didengar, diperhatikan, dan dianggap menarik oleh orang lain. Mungkin mereka pernah merasa diabaikan di masa lalu, atau mereka memiliki masalah dengan kepercayaan diri.
Dengan mendramatisir kisah-kisah mereka, mereka berharap mendapat reaksi yang lebih besar dari orang-orang di sekitarnya. Misalnya, jika mereka hanya bertemu artis favorit di kafe, cerita mereka bisa berubah menjadi “Kami ngobrol lama, dan dia bahkan meminta nomor teleponku!”
2. Sering Menambahkan Detail yang Tidak Diperlukan
Pernah ketemu orang yang cerita panjang lebar, sampai warna baju dan aroma kopi ikut disebutkan padahal nggak relevan? Nah, ini salah satu ciri orang yang selalu berlebihan saat bercerita.
Mereka bisa menggambarkan kejadian biasa dengan detail yang terlalu berlebihan. Hari hujan biasa bisa berubah menjadi badai yang hampir menerbangkan mereka ke langit. Tujuannya? Supaya cerita mereka lebih menarik dan terasa nyata.
Tapi masalahnya, detail ini sering berubah setiap kali mereka mengulang cerita. Hari ini mereka bilang atasan mereka marah besar, besok bisa berubah jadi atasan yang sampai melempar barang.
3. Lebih Rentan Terhadap Fluktuasi Emosional
Banyak orang yang suka mendramatisir cerita ternyata juga memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka bisa tertawa bahagia saat mendapat perhatian, tapi langsung murung atau tersinggung kalau cerita mereka dipertanyakan.
Misalnya, ada seorang teman yang suka membesar-besarkan kisah cintanya. Ketika seseorang bercanda dan meragukan ceritanya, dia langsung berubah ekspresi, menjadi pendiam, bahkan merasa tersinggung. Ini karena mereka tahu cerita mereka dilebih-lebihkan, dan kritik dari orang lain bisa membuat mereka merasa tidak nyaman.
4. Punya Kemampuan Mengamati yang Baik

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
