
Ilustrasi seseorang yang oversharing dengan lawan bicaranya. (Freepik)
JawaPos.com - Tanpa disadari, banyak orang terlalu terbuka saat berbicara hingga membagikan detail pribadi yang seharusnya disimpan.
Oversharing kerap dianggap sebagai cara membangun kedekatan, padahal justru bisa membuat lawan bicara merasa tidak nyaman dan perlahan menjauh.
Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dikendalikan. Dengan melatih kesadaran diri, mengelola emosi, dan memahami dinamika percakapan, kamu tetap bisa tampil hangat dan komunikatif tanpa harus menceritakan semuanya.
Berikut 4 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti oversharing seperti dirangkum dari laman Klinik GWS Medika.
Saat terlibat dalam percakapan, biasakan mendengar dengan tujuan memahami, bukan sekadar menunggu giliran bicara.
Banyak orang mengira oversharing akan membuat mereka lebih menarik, padahal yang sering terjadi justru sebaliknya.
Terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri bisa membuat orang lain kehilangan ruang untuk berbagi.
Dengan mendengarkan secara aktif, kamu akan lebih peka terhadap kebutuhan dan kenyamanan lawan bicara.
Dari situ, kamu bisa menyesuaikan isi dan porsi cerita agar tetap relevan. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa kemampuan mendengar adalah fondasi terpenting dalam komunikasi yang sehat.
Di tengah ritme hidup yang cepat, tidak semua orang punya kapasitas untuk menyerap terlalu banyak detail.
Semakin panjang dan rinci cerita yang kamu sampaikan, semakin besar kemungkinan inti pesannya justru terlewat.
Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali batasan pribadi atau personal boundaries. Mulailah mencatat situasi atau topik yang sering membuatmu kebablasan bercerita. Dengan mengenali polanya, kamu bisa lebih waspada dan tahu kapan harus menahan diri.
Sebelum berbicara, luangkan waktu sejenak untuk berpikir, apa manfaat informasi ini bagi lawan bicara? Jika perlu, susun ceritanya agar singkat, relevan, dan tetap menarik.
Oversharing sering kali berubah menjadi monolog panjang, sementara kebanyakan orang ingin terlibat dalam dialog dua arah.
Beri jeda dalam cerita, buka ruang untuk respons atau pertanyaan, dan jangan ragu menyelipkan humor ringan agar suasana tetap cair dan nyaman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
