Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 November 2018 | 00.30 WIB

KA Jateng-DIJ Siap Diluncurkan, Pengamat: Gubernur Jateng Harus Malu

ILUSTRASI: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero berencana meluncurkan kereta api (KA) komuter yang menghubungkan Jateng dan DIJ. - Image

ILUSTRASI: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero berencana meluncurkan kereta api (KA) komuter yang menghubungkan Jateng dan DIJ.

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dikabarkan berencana meluncurkan kereta api (KA) komuter yang menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Meski dinilai cakupannya masih kurang, keberadaan KA ini dianggap bisa menjadi solusi untuk permasalahan saat ini.


Pengamat Transportasi Joko Setyowarno mengatakan, saat ini KA di beberapa relasi atau jalur partial, seperti Purwokerto-Semarang, Semarang-Solo, maupun Solo-Jogjakarta peminatnya sudah terlampau banyak. Padahal di Semarang-Solo sendiri contohnya, cuma sekali jalan.


"Tapi kalau bisa menghubungkan Secang, Magelang ke Jogja itu lebih baik lagi. Jadi bisa menambah pariwisata ke Borobudur. Jalurnya ya dari Kedungjati, Tuntang, Ambarawa, Secang, Magelang," katanya saat dihubungi, Senin (19/11).


Proyek reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang seperti diketahui berhenti di tengah jalan pada tahun 2015 setelah dimulai pada 2014 lalu. Tiga tahun tak terurus, proyek reaktivasi jalur sepanjang 30 kilometer ini bahkan belum jelas kapan dilanjutkan kembali.


Joko mengapresiasi pemerintah manakala jalur KA Komuter ini benar jadi diresmikan tanggal 1 Desember 2018 nanti, karena saat ini masih dibahas di pusat. Ia berujar, untuk angkutan daerah seperti ini seharusnya pemerintah daerah, dalam hal ini provinsi yang mengupayakan. 


"Ya setidaknya Gubernur Jawa Tengah itu harus malu, masak yang mikirin Jawa Tengah orang lain. Harusnya gubernurnya mikirin transportasi umum. Malu dengan operatornya. Gubernur itu wajib membangun transportasi umum, ada undang-undangnya. Kalau mbangun tol itu nggak ada kewajiban. Paling tidak berinisiatif meminta PT KAI, disambut baik bila perlu disediakan jalan rel yang lain," tegas Joko.


Lebih jauh, Joko sendiri berujar bahwa program KA komuter jalur ini sudah dibahas sejak 2004 lalu. Namun realisasinya terkendala sejumlah hal. Semacam masih sulitnya birokrasi, pengadaan KA yang belum bisa dalam jumlah banyak, dan keterbatas loko baru. 


Pada saat itu pula, lanjut Joko, program milik Pemprov Jateng, bukan PT KAI. Oleh karenanya, ia menyebut selama ini pemerintah provinsi tak pernah melihat masterplan soal transportasi umum.


"Dulu itu jaman Gubernur Mardianto sempat merencanakan ada kereta sampai Borobudur. Cuma saat itu belum ada undang-undang KA yang baru. Saat ini kan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian. Sudah merancang jaringannya dengan PT INKA juga, tapi nggak dilanjutkan gubernur berikutnya," katanya.


Terlepas dari itu semua, Joko memprediksi angkutan ini bakalan populer. Secara partial saja selama ini sudah ramai peminat, apalagi yang memutar seperti ini. 


"Bagusnya dioperasikan tiap hari. Tarif kan operator sudah menghitung, disesuaikan daya beli masyarakat. Kalau bisa disubsidi lah," cetusnya.


Diberitakan sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero berencana meluncurkan kereta api (KA) yang menghubungkan sejumlah kota di Jateng dan DIJ. KA jenis komuter ini dijadwalkan mulai diresmikan pada 1 Desember 2018 mendatang.


Jadwal, lokasi awal pemberangkatan, serta rangkaiannya saat ini masih dibahas. Intinya, KA ini bakal melayani penumpang dengan rute Purwokerto-Tegal-Semarang-Solo-Jogjakarta-Kutoarjo-Kroya-Purwokerto. 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore