JawaPos Radar

Hilang di Pasaran, Hiswana Migas Bantah Kelangkaan Gas Melon

17/08/2018, 21:44 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gas Melon Langka
ILUSTRASI: Kelangkaan elpiji tiga kilogram (gas melon) mulai terjadi di Kota Solo. Bahkan kelangkaan gas melon ini sudah terjadi lebih kurang sejak seminggu yang lalu. (Muhammad Akhwan/RiauPos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Solo membantah adanya isu kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon. Pasalnya, selama ini tidak ada perubahan jumlah pasokan gas bersubsidi tersebut.

Ketua Hiswana Migas Solo Budi Prasetyo menjelaskan, bahwa kelangkaan tersebut tidaklah benar. Akan tetapi, selama ini pasokan untuk pengecer memang dilakukan pembatasan. 

Sehingga, jika ada yang mengatakan bahwa gas mulai langka, menurutnya warga biasa membeli gas melon di pengecer. "Sebenarnya tidak ada yang namanya kelangkaan, tapi mungkin biasanya belinya ke pengecer. Padahal pasokan ke pengecer memang mulai dikurangi," terangnya, Jumat (17/8).

Maka dari itu, Budi pun mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berhak membeli gas melon agar membelinya ke pangkalan dan bukan ke pengecer. 

Budi mengatakan, pasokan untuk di pangkalan tidak ada pengurangan. Pengurangan hanya dilakukan untuk tingkat pengecer. Saat ini, pengecer hanya boleh membeli gas melon maksimal 10 tabung saja.

Hal ini tidak lain ditujukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pedagang kecil. Pasalnya, selama ini harga gas di tingkat pengecer sudah tidak lagi sesuai dengan aturan dari pemerintah. 

Di mana sesuai aturan pemerintah, harga gas melon hanya Rp 15.500 per tabung saja. Sedangkan harga gas melon di tingkat pengecer sudah naik menjadi Rp 17.000 per tabung. "Bahkan tidak jarang yang menjualnya sampai Rp 20 ribu per tabung," katanya.

Budi pun mendorong pedagang dan masyarakat untuk beralih membeli gas melon ke pangkalan. Ia yakin, jumlah stok gas di pangkalan akan mencukupi untuk kebutuhan warga Solo. Terlebih saat ini jumlah pangkalan di Solo sudah mencapai lebih kurang 1.000 pangkalan.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up