JawaPos Radar

Gas Melon Mulai Langka di Solo 

17/08/2018, 21:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gas Melon Langka
ILUSTRASI: Kelangkaan elpiji tiga kilogram (gas melon) mulai terjadi di Kota Solo. Bahkan kelangkaan gas melon ini sudah terjadi lebih kurang sejak seminggu yang lalu. (Muhammad Akhwan/RiauPos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Kelangkaan elpiji tiga kilogram (gas melon) mulai terjadi di Kota Solo. Bahkan kelangkaan gas melon ini sudah terjadi lebih kurang sejak seminggu yang lalu. Kondisi ini membuat pedagang dan juga warga kesulitan mendapatkan gas melon. 

Salah seorang warga, Surati, 40, mengatakan, biasanya gas tiga kilogram banyak tersedia di sejumlah warung. Akan tetapi, sejak beberapa hari yang lalu dirinya tidak lagi mendapati gas tersebut. Hal ini membuat dirinya harus berkeliling dari satu penjual ke penjual lain untuk mendapatkan gas tiga kilogram.

"Biasanya saya membeli di penjual yang dekat dengan warung saya, tetapi kini sudah sulit, jadi harus muter-muter dulu," katanya, Jumat (17/8). 

Perempuan yang juga membuka warung kuliner di selter Manahan ini mengaku, sebenarnya harga gas tidak mengalami kenaikan yakni hanya berkisar Rp 20 ribu saja. Akan tetapi, meski harganya masih stabil tetapi barangnya sulit didapatkan.

"Saya sampai mencari gas di dekat kampung halaman saya di Boyolali sana, harganya juga masih sama," ucapnya. 

Hal senada diungkapkan oleh pedagang lainnya, Imam Firmansyah. Menurut pedagang mi ayam tersebut, sekarang ini dirinya harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Padahal, sebelumnya gas elpiji cukup mudah didapatkan. Bahkan setiap warung yang didatanginya stok pasti ada.

"Kalau sekarang ya harus cari di tempat lain, memang sudah mulai susah," ungkapnya. Kondisi ini jelas membuatnya cukup kerepotan, mengingat setiap hari dirinya pasti membutuhkan gas melon untuk warung makannya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up