
ILUSTRASI: Ribuan guru tidak tetap/pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Wonogiri dikabarkan kompak mogok mengajar, sejak Senin (8/10) hingga Rabu (31/10) mendatang.
JawaPos.com - Ribuan guru tidak tetap/pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Wonogiri dikabarkan kompak mogok mengajar, sejak Senin (8/10) hingga Rabu (31/10) mendatang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi aksi yang diketahui sebagai bentuk kekecewaan terkait seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tersebut karena dianggap tak berpihak kepada mereka.
Untuk diketahui, para GTT/PTT TK, SD dan SMP yang menginduk ke Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) di Wonogiri, selain meminta kepada pemerintah pusat untuk tak membatasi usia pendaftaran CPNS guru hingga 35 tahun. Juga menuntut untuk melakukan pengangkatan kepada mereka yang telah bertahun-tahun mengabdi.
"Nggak mungkin, kita boleh komplain, boleh marah. Tapi terus minta diangkat jadi CPNS itu nggak mungkin, nggak ada mekanismenya. Regulasinya kita gitu kok," ujarnya saat dijumpai di Gedung Gradhika, Komplek Gubernuran, Semarang, Selasa (9/10).
Meski tidak bisa memenuhi keinginan mereka untuk diangkat jadi CPNS, Ganjar mengungkap bahwa sebenarnya pemerintah tak tinggal diam. Aturan mengenai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), menurutnya tengah digodok sebagai solusi atas tuntutan para GTT/PTT.
Ganjar berujar bahwa dengan adanya aturan itu, para GTT/PTT akan dibayar sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK). "Saran saya dikomunikasikan saja. Maka saya sedang menyiapkan surat-surat edaran agar teman-teman bupati/wali kota memperhatikan mereka dengan memberikan UMK. Minimal terjadi peningkatan dari pendapatan yang mereka terima sekarang ini," terangnya panjang.
Sementara untuk aktivitas belajar mengajar yang terhambat, Ganjar berjanji untuk tak membiarkannya berlarut-larut. Tindakan darurat bakal segera diambil, dimulai dengan memanggil kepala dinas terkait guna adanya evaluasi dan membahas negosiasi yang memungkinkan.
Apabila mogok kerja GTT/PTT ini masih tetap berkepanjangan, bahkan dengan porsi yang lebih besar, Ganjar memastikan bakal ada antisipasi untuk itu.
"Ya nggak papa, tapi apa terus melakukan boikot sistem pendidikan? Apa itu yang mau dipilih? Kalau iya, pemerintah akan siap-siap. Gampang saja, cari relawan untuk mengisi waktu sementara. Dan segera pemerintah mengeluarkan aturan tentang P3K," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
