
AKSI PROTES: Ratusan driver Gojek melakukan aksi protes terhadap kebijakan perusahaan, Rabu (13/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi protes dilakukan oleh ratusan driver ojek online atau daring Go-Jek di Solo Baru, Rabu (13/3). Mereka menuntut perusahaan agar membatalkan pemotongan tarif yang sudah berlangsung sejak 4 Maret lalu. Pasalnya, kebijakan ini dianggap tidak manusiawi dan tidak berpihak terhadap mitra Go-Jek.
Koordinator aksi, Didit Prakoso Andriyanto mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai upaya untuk menuntut agar perusahaan mencabut kebijakan pemotongan tarif. "Kami meminta agar pemotongan tarif ini dicabut, karena ini tidak berpihak kepada mitra Go-Jek," ucapnya disela aksi.
Didit menyampaikan, kebijakan tarif terutama diberlakukan pada jenis Go-Ride. Dimana, awalnya tarif yang diberlakukan adalah Rp 2.100 per kilometernya dengan jarak minimal tiga kilometer. Tetapi, mulai tanggal 4 Maret yang lalu, perusahaan memberlakukan tarif baru untuk minimal jarak pendek sebesar Rp 4.000.
Dengan adanya pemberlakuan tarif baru ini, otomatis pendapatan driver berkurang. "Kalau sebelumnya kami bisa mendapatkan Rp 6.300 untuk minimal jarak tiga kilometer, sekarang hanya mendapatkan Rp 5.000 untuk minimal jarak 2,4 kilometer," urainya. Itu pun, Didit melanjutkan, masih dilakukan pemotongan sebesar Rp 1.000 oleh perusahaan. Sehingga, yang bisa didapatkan oleh driver Go-Jek hanya sebesar Rp 4.000 saja.
Tidak hanya soal pemotongan tarif minimal jarak saja, tetapi para driver juga memprotes mengenai penghapusan subsidi. Jika sebelumnya, untuk minimal jarak driver mendapatkan subsidi sebesar Rp 6.400
"Kebijakan ini tidaklah manusiawi, apalagi jika dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung oleh driver saat operasional di jalan," ucapnya.
Maka dari itu, ratusan driver Go-Jek itu pun mendatangi kantor dan ingin menyampaikan aspirasinya. Mereka juga membawa sejumlah poster yang berisi tuntutannya.
Sementara itu, melalui pernyataan resminya, Vice President Corprate Affairs Go-Jek, Michael Reza mengungkapkan, bahwa insentif yang selama ini diterima oleh para driver adalah bonus tambahan. Hal ini ditujukan demi menjaga kualitas pelayanan.
"Skema insentif ini akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar. Tujuannya adalah untuk memberikan yang terbaik antara pelanggan dan mitra Go-Jek," katanya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
