
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi sejumlah orang yang jatuh dari atas viaduk rel Jalan Pahlawan saat Surabaya Membara, Jumat (9/11) malam.
JawaPos.com - Kecelakaan maut KRD Sidoarjo-Pasar Turi sewaktu pagelaran teatrikal Surabaya Membara menyebabkan 3 korban jiwa melayang dan belasan lainnya luka-luka, Jumat (9/11) malam. Pihak kereta api pun menyalahkan pihak panitia dan penonton yang nekat berada di jalur kereta yang masih aktif.
Berdasarkan video rekaman beberapa saksi mata yang beredar melalui WhatsApp, terlihat kereta tersebut menyeruduk kerumunan penonton. Meski melaju lambat, beberapa penonton akhirnya tersambar dan terjatuh dari viaduk setinggi lebih dari 3 meter itu.
"Ya, selain kesalahan korban, ada kelalaian dari pihak panitia penyelenggara karena tidak ada pemberitahuan. Karena kalau ada pemberitahuan, kereta api akan lebih waspada," ucap Kepala Humas PT KAI Daop VIII, Gatut Sutiyatmoko, Jumat (9/11) malam.
Sesuai ketentuan dalam Pasal 181 ayat (1) UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api.
Tak hanya itu, Gatut juga mamaparkan bahwa jalur kereta atau viaduk yang menjadi lokasi kecelakaan tersebut merupakan rel kereta aktif yang setiap hari dilalui oleh kereta baik penumpang maupun barang.
"Jalur KA tersebut aktif. Setiap hari dilewati KA penumpang dan barang. Sangat berbahaya bermain di jalur KA apalagi di jembatan viaduk itu, karena KA tidak dapat mengerem mendadak," urainya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, seharusnya penonton tidak menonton di viaduk. Menurutnya, viaduk tersebut merupakan perlintasan kereta api yang seharusnya steril.
"Ada perlintasan kereta api, tapi mereka berdiri di sana. Ini yang seharusnya tidak dilakukan oleh penonton ya," kata Rudi di lokasi kejadian, Jumat (9/11).
Saat ditanya perihal tidak adanya penjagaan atau sterilisasi jalur kereta, Rudi tidak banyak berkomentar. Menurutnya, sudah ada imbauan bahwa jalur kereta api bukan tempat orang beraktivitas. "Karena itu jalur kereta api. Bukan tempat orang-orang beraktivitas," kata Rudi.
Sementara itu, Kepala Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Muhammad Fikser mengatakan, pagelaran tersebut tidak pernah mengajukan izin keramaian kepada pemkot. Panitia juga tidak memberikan pemberitahuan bentuk apa pun.
"Kami nggak tahu acara itu izinnya dari mana. Tapi, kalau ada kecelakaan begini, pemkot ikut menangani. Kami kirim 10 ambulans ke lokasi kejadian. Jadi, tidak bisa salahkan pemkot. Panitia harus tanggung jawab," kata Fikser.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
