Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 02.33 WIB

Ahli Otomotif Sebut Kepanikan Driver Taksi Green SM saat Melintasi Rel Bisa Jadi Faktor Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi

Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Agus Purwadi, mengungkapkan faktor-faktor yang bisa memicu kecelakaan kereta api (KA) yang melibatkan mobil menyusul dua kejadian kecelakaan KA yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Setelah kecelakaan kereta yang menewaskan setidaknya tujuh orang di Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026, kecelakaan yang melibatkan kereta api dan mobil pada 1 Mei 2026 menewaskan empat orang di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

Agus Purwadi mengemukakan bahwa kejadian kecelakaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor yang mencakup gangguan teknis dan masalah pengendara.

Dia mengemukakan bahwa meskipun kecil, ada kemungkinan gangguan medan elektromagnetik di jalur kereta listrik mempengaruhi sistem elektronik kendaraan, termasuk Electronic Control Unit (ECU) pada mobil dengan mesin pembakaran internal. "Kalau potensi pengaruh gangguan medan magnetik yang ada jalur KA listrik bisa (terjadi) pada mobil EV ataupun pada ECU di mobil BBM," katanya.

Ia mengatakan bahwa pengaruh kepanikan pengemudi taksi listrik Green SM saat berkendara melintasi jalur kereta juga tidak dapat diabaikan.

Pakar otomotif ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu, mengemukakan bahwa desain infrastruktur perlintasan kereta yang masih bermasalah di banyak wilayah dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Ia menyampaikan bahwa area perlintasan yang tidak rata dan memiliki elevasi rel tinggi memaksa kendaraan untuk segera menurunkan kecepatan.

"Kondisi ini meningkatkan risiko kendaraan mogok di tengah rel, yang bisa saja terjadi karena kehilangan momentum, penurunan RPM mesin secara tiba-tiba, serta potensi gangguan pada sistem elektronik kendaraan," katanya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore