
Deretan kendaraan listrik BYD di Canberra, Australia (The New York Times)
JawaPos.com - Lonjakan penjualan mobil listrik di Australia mulai membawa dampak lebih luas daripada penghematan biaya bahan bakar. Kehadiran kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) berharga terjangkau, terutama dari produsen Tiongkok seperti BYD, membantu menekan biaya kepemilikan kendaraan ketika konflik Iran mendorong harga minyak dan memperbesar tekanan inflasi. Fenomena ini disebut BYD effect, yakni pengaruh mobil listrik murah terhadap biaya hidup dan perekonomian.
Chris Dickman, manajer portofolio senior di perusahaan investasi Australian Ethical, menilai peralihan dari kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel menjadi kekuatan yang berpotensi meredam inflasi.
"Semakin banyak konsumen yang berusaha melepaskan diri dari guncangan harga minyak," kata Dickman, seperti dikutip The Guardian, Selasa (13/10/2026).
Menurut Dickman, penggunaan mobil listrik mengurangi kebutuhan bensin sekaligus ikut menekan harga kendaraan baru dan bekas. Biaya terkait kepemilikan mobil, termasuk premi asuransi, juga mulai turun seiring semakin matangnya pasar. Perubahan ini memperlihatkan bagaimana teknologi yang lebih baru dan bersih dapat mengungguli produk konvensional dari sisi ekonomi ketika jumlah pengguna dan skala pasarnya terus bertambah.
Perkembangan tersebut juga ditopang oleh pilihan kendaraan yang semakin terjangkau. Laporan kepemilikan mobil NRMA menunjukkan setidaknya lima model mobil listrik kini dijual dengan harga sekitar atau di bawah 30.000 dolar Australia. Kelimanya berasal dari merek Tiongkok. Harga yang semakin kompetitif membantu mengatasi hambatan yang sebelumnya memperlambat adopsi EV, mulai dari harga pembelian, keterbatasan stasiun pengisian daya, premi asuransi tinggi, hingga mahalnya perawatan dan penggantian baterai maupun suku cadang.
Dampaknya terlihat pada penjualan September. Berdasarkan data Federal Chamber of Automotive Industries, BYD menempati posisi kedua merek kendaraan terlaris di Australia dengan 8.191 unit, di bawah Toyota yang membukukan 17.682 unit. Ford berada di urutan ketiga dengan 7.592 unit. Merek Tiongkok lainnya, GWM, MG, Geely, dan Chery, juga masuk sepuluh besar. Tiga tahun sebelumnya, hanya MG yang tercatat dalam daftar tersebut.
Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mempercepat perubahan perilaku konsumen sejak Maret. Penjualan mobil listrik berbasis baterai kini menyumbang hampir 25 persen penjualan kendaraan baru. Jika mobil hibrida turut dihitung, porsinya mencapai sekitar separuh pasar. Bahkan, pada bulan lalu, penjualan mobil listrik melampaui kendaraan yang hanya menggunakan bensin.
Namun, peralihan kendaraan pribadi belum cukup untuk menghilangkan tekanan inflasi. Data Australian Institute of Petroleum menunjukkan harga diesel telah melampaui 2,80 dolar Australia per liter di banyak stasiun pengisian, sementara bensin tanpa timbal menembus 2,40 dolar Australia per liter di sebagian besar ibu kota negara bagian. Kenaikan ini merambat ke biaya barang dan jasa, sehingga manfaat penghematan dari mobil listrik belum mampu mengimbangi seluruh tekanan harga.
Tekanan tersebut juga tercermin dalam kebijakan moneter. Bulan lalu, Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,6 persen, level tertinggi sejak 2011, sekaligus memperingatkan kemungkinan kenaikan lanjutan. Konflik Iran yang berkepanjangan dinilai berisiko membuat harga bertahan pada tingkat lebih tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Diunggulkan
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022