
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (Kedutaan Besar Jepang)
JawaPos.com - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akan berjanji menyusun strategi komprehensif untuk menghadapi penurunan populasi sebelum akhir tahun. Rencana tersebut akan disampaikan dalam pidato kebijakan pada sidang luar biasa parlemen Jepang pekan depan.
Dilansir dari Kyodo, Kamis (1/10), pidato Takaichi yang dijadwalkan pada Senin juga diperkirakan memuat komitmen untuk tidak mengandalkan penerbitan obligasi guna membiayai rencana sementara memangkas pajak konsumsi makanan. Pemerintah juga akan meningkatkan investasi di bidang manajemen risiko menghadapi ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah dan ancaman bencana alam yang semakin parah.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Takaichi akan menyebut populasi Jepang yang menua dan menyusut sebagai "krisis nasional yang berlangsung secara perlahan".
Hasil final sensus penduduk 2025 yang diumumkan Selasa menunjukkan populasi Jepang turun 2,5 persen dibandingkan 2020.
Terkait rencana memangkas pajak konsumsi produk makanan dari 8 persen menjadi 1 persen selama dua tahun mulai April, Takaichi akan menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya untuk "memberikan sedikit lebih banyak ruang bagi keuangan rumah tangga".
Pemangkasan pajak tersebut ditujukan untuk melindungi keluarga dari dampak inflasi. Namun, kondisi fiskal Jepang diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan sidang parlemen yang dijadwalkan berlangsung selama 69 hari hingga 12 Desember.
Dalam pidatonya, Takaichi juga akan memaparkan strategi pemerintah untuk menyusun rencana implementasi sebelum akhir tahun. Rencana tersebut akan mengatur arah investasi domestik selama lima tahun ke depan sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan melalui investasi di industri-industri utama.
Dalam pengelolaan fiskal, Takaichi akan mengatakan pemerintah akan mengelola keseimbangan primer berdasarkan periode beberapa tahun, bukan hanya dalam satu tahun anggaran.
Jika kondisi ekonomi atau pasar berbeda dari perkiraan pemerintah, dia akan mengatakan pemerintah akan menganalisis dampaknya dan "mengambil langkah yang diperlukan secara fleksibel".
Dalam kebijakan luar negeri, Takaichi diperkirakan akan menyebut Tiongkok sebagai "negara tetangga yang penting" bagi Jepang. Pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan kedua negara setelah pernyataannya di parlemen pada November tahun lalu mengenai kemungkinan serangan Beijing terhadap Taiwan memicu respons pasukan pertahanan Jepang untuk mendukung Amerika Serikat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022