Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 02.38 WIB

CEO Baru Apple John Ternus Ditekan Washington Soal Cip Memori Tiongkok

John Ternus, CEO baru Apple, menghadapi tekanan Washington terkait penggunaan cip memori dari produsen Tiongkok, CXMT (24/7 Wall St.) - Image

John Ternus, CEO baru Apple, menghadapi tekanan Washington terkait penggunaan cip memori dari produsen Tiongkok, CXMT (24/7 Wall St.)

JawaPos.com - John Ternus baru sebulan memimpin Apple ketika persoalan geopolitik langsung masuk ke meja kerjanya. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong Apple meninggalkan ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen memori DRAM asal Tiongkok yang tengah dipertimbangkan untuk membantu mengatasi lonjakan harga cip. Desakan itu menempatkan Ternus di antara kepentingan rantai pasok Apple dan agenda Washington mengurangi ketergantungan teknologi terhadap Tiongkok.

Dilansir dari 24/7 Wall St., Rabu (30/9/2026), pendiri Strategy Risks Isaac Stone Fish menilai perubahan kepemimpinan dapat membuat Apple lebih dekat dengan pemasok Amerika. Dalam wawancara CNBC, dia mengatakan ada "kemungkinan nyata bahwa Apple memutuskan untuk lebih mendekat ke komunitas bisnis Amerika, terutama dalam hal seperti memori." Pernyataan itu muncul setelah Ternus menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September.

Persoalannya tidak hanya menyangkut hubungan dagang. Apple menghadapi lonjakan biaya memori ketika permintaan dari pusat data AI menyerap kapasitas DRAM global. Dalam laporan keuangan kuartal III fiskal, pendapatan Apple mencapai USD 109,42 miliar atau sekitar Rp1.963 triliun, dengan kurs Rp17.940 per dolar AS, naik 16,36 persen secara tahunan. Namun, tekanan biaya memori mulai menggerus margin perusahaan. CFO Kevan Parekh mengatakan "lebih dari 100 persen" perubahan margin kotor Apple dapat dijelaskan oleh kenaikan biaya memori.

Sebelumnya, Cook telah memperingatkan bahwa tekanan biaya memori masih akan berlanjut. Dalam konferensi hasil keuangan pada 30 Juli, dia mengatakan, "Kami enggan menaikkan harga. Kami melakukannya karena kami berada dalam apa yang saya gambarkan sebagai banjir seratus tahun dalam harga memori, dengan kenaikan harga memori yang eksponensial."

Menurut Cook, "pasar DRAM terutama memiliki tiga pemasok", sehingga Apple "sedang mengevaluasi semua opsi" untuk menghadapi kenaikan biaya tersebut.

Cook kemudian memperkirakan biaya memori akan semakin tinggi. "Untuk September, kami memperkirakan harus membayar biaya memori yang lebih tinggi," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa setelah periode tersebut, "harga pasar untuk memori terus meningkat, yang dapat meningkatkan dampaknya terhadap bisnis kami." Kondisi itu ikut mendorong Apple menaikkan harga sejumlah produknya ketika perusahaan berusaha mempertahankan margin.

Dalam persoalan pasokan itu, Apple dilaporkan menguji DRAM CXMT untuk perangkat yang dijual di Tiongkok sekaligus melobi pemerintah AS agar penggunaan cip perusahaan itu diperbolehkan lebih luas.

Bagi Apple, tambahan pemasok dapat mengurangi tekanan pasokan. Bagi Washington, keterlibatan perusahaan teknologi AS dengan produsen semikonduktor Tiongkok menghadirkan persoalan keamanan nasional dan kebijakan rantai pasok.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore