
Elon Musk (Business Insider)
JawaPos.com - Pemangkasan sekitar USD 329 juta atau setara Rp5,86 triliun dengan kurs Rp17.810 per dolar AS dalam bantuan kemanusiaan Amerika Serikat ke Nepal setelah restrukturisasi USAID oleh Department of Government Efficiency (DOGE) pimpinan Elon Musk memaksa negara Himalaya itu mencari sumber pertumbuhan baru. Dampaknya menjalar dari program sosial dan pendidikan hingga lapangan kerja serta strategi ekonomi.
Melansir Fortune, Senin (21/9/2026), Stuti Basnyet, mantan pejabat sementara direktur program USAID Nepal, memperkirakan penutupan lembaga itu menghilangkan sekitar 30.000 pekerjaan langsung. Program terdampak mencakup membaca tingkat awal di 35 distrik, pelatihan guru, serta materi pendidikan.
"Semua orang awalnya menyangkal bahwa ini benar-benar terjadi, lalu muncul kekecewaan mendalam terhadap cara hal itu dilakukan," kata Basnyet.
Baca Juga:Elon Musk dan Bos Open AI Sepakat Dukung Perlambatan Pengembangan AI di Tengah Risiko Teknologi
Nepal telah menerima bantuan bilateral AS sejak 1951. Basnyet kemudian ikut mendirikan Aadyanta Advisory, yang dalam setahun mendukung hampir 400 inovator dan pendiri muda.
Dia mengatakan, "Saya masih melakukan pekerjaan yang sama dengan mendorong pembangunan ekonomi lokal yang terhubung secara global, kemitraan dan keterlibatan swasta, tetapi sekarang sebagai pengusaha."
Perubahan itu bertemu dengan demografi yang mendukung. Lebih dari 40 persen penduduk Nepal berusia 16–40 tahun. Namun, sekitar 1.500 anak muda meninggalkan negara itu setiap hari untuk bekerja di luar negeri. Tantangannya adalah mengubah tenaga muda menjadi pekerjaan produktif di dalam negeri.
Di sektor teknologi, Pukar Hamal, pendiri dan CEO SecurityPal, menyebut Kathmandu sebagai "Silicon Peaks", pusat teknologi yang tumbuh di kawasan Himalaya. Perusahaannya memiliki kantor besar di ibu kota dan menjadi salah satu dari sekitar selusin perusahaan AS yang tercatat di bursa dan beroperasi di Nepal.
"Saya tidak akan mengatakan Nepal adalah tujuan pilihan pertama kebanyakan orang. Namun, saya pikir hal itu sedang berubah," ujar Hamal.
Potensi itu turut ditopang ketersediaan energi. Nepal memiliki lebih dari 6.000 sungai dan aliran air yang memungkinkan sekitar 99 persen kebutuhan listriknya berasal dari tenaga air. Dari potensi lebih dari 100.000 megawatt, baru sekitar 5.000 megawatt yang telah dimanfaatkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022