
Elon Musk menilai Tiongkok sebagai pesaing terkuat Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) (The Street)
JawaPos.com - Elon Musk melihat Tiongkok sebagai penantang terbesar Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Bagi CEO Tesla dan SpaceX itu, keunggulan Tiongkok bukan semata soal model AI, melainkan kemampuan menggabungkan energi melimpah, kapasitas komputasi, manufaktur berskala besar, dan kemajuan robotika untuk mempercepat pengembangan teknologi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Musk melalui X ketika menanggapi kembali komentarnya pada 2011 mengenai tantangan jangka panjang Tiongkok terhadap AS dalam teknologi roket.
"Tiongkok juga, sejauh ini, merupakan pesaing terkuat dalam AI," tulis Musk. Pernyataan tersebut kemudian kembali menjadi perhatian pengamat teknologi dan kebijakan.
Dilansir dari The Street, Jumat (21/8/2026), pandangan Musk merupakan kelanjutan dari peringatannya mengenai kemampuan Tiongkok mengejar AS. Dalam wawancara sebelumnya, dia mengatakan terdapat "peluang yang cukup besar perusahaan AI Tiongkok akan menjadi pemimpin apabila memperoleh akses komputasi yang lebih besar." Musk turut menilai laboratorium AI Tiongkok telah menghasilkan kinerja kuat dengan sumber daya komputasi yang relatif terbatas.
Menurut Musk, persoalan utama pengembangan AI tidak berhenti pada kecanggihan cip. Listrik dan kemampuan komputasi menjadi kendala yang semakin menentukan karena pusat data AI membutuhkan energi dalam skala sangat besar.
Dalam World Economic Forum 2026, Musk menyebut, "Faktor pembatas untuk penerapan AI pada dasarnya adalah daya listrik. Sederhananya, energi."
Karena itu, dia melihat keunggulan Tiongkok dalam kapasitas pembangkitan listrik sebagai faktor strategis. Musk sebelumnya memperkirakan Tiongkok dapat memiliki kapasitas listrik jauh lebih besar daripada AS dan menilai kemampuan tersebut akan membantu negara itu mengoperasikan lebih banyak pusat data. Dia juga menyoroti kemajuan Tiongkok dalam robotika dan kemampuan perusahaan-perusahaannya meningkatkan produksi dalam skala besar.
Namun, persaingan tersebut tidak berarti Tiongkok telah mengambil alih kepemimpinan AI. Penilaian independen menunjukkan kesenjangan performa antara model AI terdepan AS dan Tiongkok menyempit dan kedua negara telah bergantian menduduki posisi teratas dalam sejumlah tolok ukur selama setahun terakhir. AS masih unggul dalam investasi swasta dan jumlah model penting yang dirilis, sementara Tiongkok memiliki keunggulan dalam publikasi riset, sitasi, dan paten.
Di tengah perkembangan itu, kebutuhan energi dan komputasi menjadi persoalan yang semakin penting. Musk menilai kapasitas listrik sebagai salah satu batas utama pengembangan AI, sementara pembangunan pusat data membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar. Kondisi ini mendorong perusahaan yang telah memiliki akses ke infrastruktur listrik untuk mengalihkan kapasitasnya ke kebutuhan AI, termasuk perusahaan penambangan Bitcoin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
