
Para pemeran The Odyssey, termasuk Matt Damon dan Himesh Patel, dalam film garapan Christopher Nolan / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Elon Musk mengatakan platform kecerdasan buatan (AI) miliknya, Grok Imagine, akan membuat film panjang adaptasi The Odyssey karya penyair Yunani kuno Homer. Musk mengklaim film tersebut akan dibuat secara “akurat secara historis” dan tetap setia pada karya asli Homer, setelah sebelumnya berulang kali mengkritik film The Odyssey garapan Christopher Nolan terkait pilihan pemerannya.
Musk menyebut proyek tersebut sebagai upaya menghadirkan versi The Odyssey yang menurutnya lebih sesuai dengan karya klasik Homer. Rencana itu muncul setelah film garapan Christopher Nolan meraih kesuksesan besar di bioskop sekaligus memicu perdebatan mengenai interpretasi karya klasik, kebebasan artistik, dan keputusan pemilihan pemeran dalam adaptasi modern.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (24/7/2026), Musk menyampaikan rencana tersebut melalui unggahan di X. “Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai dengan seni karya Homer,” tulis Musk. Ia juga membagikan cuplikan video berdurasi tiga menit yang diklaim dibuat menggunakan Grok Imagine, menampilkan adegan antara tokoh Odysseus dan nimfa Calypso.
Langkah Musk tersebut tidak terlepas dari kritik yang sebelumnya ia lontarkan terhadap film The Odyssey versi Nolan. Pendiri SpaceX itu berulang kali mempermasalahkan pilihan pemeran dalam film tersebut, termasuk keterlibatan aktor kulit hitam Lupita Nyong’o sebagai Helen of Troy serta aktor transgender Elliot Page sebagai Sinon.
Sebelum film dirilis, Musk membagikan sejumlah unggahan yang mengkritik keputusan casting tersebut. Ia juga menuduh Nolan lebih mementingkan penghargaan dibanding mempertahankan integritas karya. Namun, kritik itu tidak memberikan dampak besar terhadap penerimaan film tersebut di pasar global.
Film The Odyssey garapan Nolan justru mencatat hasil komersial yang kuat. Film tersebut meraih pendapatan global sebesar USD 264 juta atau sekitar Rp4,75 triliun pada akhir pekan pembukaan dengan kurs Rp17.980 per dolar AS. Selain itu, film tersebut memperoleh tingkat kepuasan penonton sebesar 97 persen di Rotten Tomatoes.
Lupita Nyong’o kemudian menanggapi kritik terhadap keberagaman pemeran dalam film tersebut. “Pemeran kami merepresentasikan dunia. Saya tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan bagaimana membela diri. Kritik akan tetap ada apakah saya menanggapinya atau tidak,” ujar Nyong’o. Menurutnya, kritik terhadap sebuah karya tetap akan muncul terlepas dari apakah pihak terkait memberikan tanggapan.
Sementara itu, Nolan mengatakan kritik terhadap film sebelum penonton melihat keseluruhan karya tidak memiliki banyak relevansi. Sutradara tersebut juga menyampaikan pandangan kritis terhadap gagasan bahwa AI dapat menggantikan manusia dalam industri film. “Gagasan bahwa teknologi ini menggantikan manusia secara keseluruhan dan kreativitas manusia, bagi saya, adalah sesuatu yang tidak masuk akal,” ujar Nolan.
Nolan juga menyoroti perbedaan antara adopsi AI yang cepat oleh perusahaan teknologi dan investor dengan penerimaan publik terhadap teknologi tersebut. “Saya belum pernah melihat teknologi yang berkembang begitu cepat, diadopsi begitu luas oleh Wall Street, investor, dan perusahaan teknologi, tetapi begitu ditolak oleh masyarakat,” katanya.
Rencana Musk melalui Grok Imagine menunjukkan semakin besarnya keterlibatan perusahaan teknologi dalam industri hiburan, khususnya dalam penggunaan AI untuk menghasilkan konten kreatif. Jika terealisasi, film panjang berbasis AI seperti The Odyssey dapat menjadi salah satu contoh awal bagaimana teknologi generatif mulai memasuki proses produksi sinema berskala besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
