
Mark Zuckerberg, CEO Meta. / Foto: (Business Insider)
JawaPos.com — Perdebatan mengenai seberapa cepat kecerdasan buatan (AI) boleh dikembangkan memasuki fase baru setelah CEO Meta Mark Zuckerberg menolak gagasan bahwa laboratorium AI harus membuat kesepakatan bersama untuk memperlambat pengembangan. Menurut Zuckerberg, setiap perusahaan dapat menentukan sendiri kapan pengembangan perlu diperlambat jika pengujian keamanan belum memadai.
Pandangan itu menempatkan Zuckerberg di sisi yang berbeda dari sejumlah pemimpin industri yang mendorong mekanisme terkoordinasi untuk mengendalikan pengembangan AI terdepan. Dia berpendapat tekanan pasar, risiko hukum, dan kebutuhan mempertahankan kepercayaan pengguna sudah menciptakan dorongan bagi perusahaan untuk mengutamakan keamanan tanpa harus menunggu kesepakatan seluruh industri.
Dilansir dari Business Insider, Kamis (17/9/2026), Zuckerberg menyampaikan pandangannya melalui unggahan di X pada Selasa. Dia menilai kemampuan AI untuk mengikuti maksud penggunanya, atau alignment, akan menjadi keunggulan kompetitif. “Setiap laboratorium memiliki tanggung jawab dan insentif untuk bergerak dengan kecepatan yang diperlukan agar model mereka dilatih secara aman,” kata Zuckerberg.
Dia melanjutkan, “Menurut saya, kepercayaan dan alignment dengan cepat menjadi kemampuan paling penting yang akan membedakan agen dan model.” Karena itu, “Laboratorium mana pun yang tidak berfokus pada alignment akan tertinggal.” Dalam konteks ini, alignment bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi menyangkut apakah sistem menjalankan tujuan pengguna secara tepat dan tidak bertindak berlawanan dengan kepentingan mereka.
Meta menjadikan pengembangan Muse sebagai contoh pendekatan tersebut. Zuckerberg mengatakan perusahaan menunda model itu selama beberapa bulan untuk memperkuat keamanan dan keselamatannya. “Kami tidak meminta semua pihak lain melakukan hal ini terlebih dahulu sebelum kami melakukannya,” ujarnya. “Kami hanya melakukannya.” Bagi Meta, keputusan memperlambat satu proyek tidak harus berubah menjadi kesepakatan industri untuk menghentikan pengembangan secara serentak.
Posisi itu muncul setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan kemampuan AI dan mekanisme yang memungkinkan laboratorium terdepan menghentikan sementara pengembangan ketika muncul tanda bahaya. CEO OpenAI Sam Altman dan pendiri xAI Elon Musk turut mendukung seruan Amodei. Sebaliknya, CEO Nvidia Jensen Huang lebih menekankan evaluasi independen dan tanggung jawab masing-masing perusahaan.
Zuckerberg sendiri juga mendukung keterlibatan evaluator independen. Dia menyebut praktik itu sebagai standar terbaik industri, sementara Meta Superintelligence Labs telah menggunakannya di sejumlah bidang. Dia juga berpendapat ekosistem evaluator yang lebih besar dan beragam akan membantu perusahaan menguji risiko model sebelum teknologi digunakan secara luas.
Pandangan tersebut diperkuat Chief AI Officer Meta Alexandr Wang. Dia menilai pengembangan AI yang mampu memperbaiki dirinya sendiri secara berulang, atau recursive self-improvement (RSI), merupakan salah satu jalur paling berisiko terhadap hilangnya kendali atas model. “Berlomba dalam recursive self-improvement merupakan salah satu jalur paling berisiko menuju kemungkinan hilangnya kendali atas model yang kuat,” kata Wang.
Wang mengatakan Meta mengarahkan sebagian besar kapasitas komputasinya untuk melayani kebutuhan pengguna, bukan mengejar RSI. “Meta berkomitmen menggunakan sebagian besar komputasi kami untuk melayani masyarakat daripada berlomba menuju RSI, dan laboratorium lain dapat memilih melakukan hal yang sama,” ujarnya. Dia menambahkan, “AI adalah teknologi yang sangat kuat, dan ada tanggung jawab besar untuk mengembangkannya secara aman dengan pemeriksaan serta mekanisme pengimbang yang tepat.”
Dengan demikian, perdebatan global AI kini tidak hanya berkisar pada apakah pengembangan harus dipercepat atau diperlambat. Perbedaan pandangan juga menyentuh siapa yang harus menentukan batasnya: regulator dan kesepakatan lintas perusahaan, atau masing-masing laboratorium melalui evaluasi independen, tanggung jawab hukum, dan keputusan internal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022