Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 September 2025, 04.20 WIB

Aktivis Global Sumud Flotilla Hadapi Serangan Drone dan Ledakan dalam Misi Kemanusiaan Saat Menuju Gaza

Aktivis dan pembela hak asasi manusia di atas kapal yang berangkat dari pelabuhan utara Tunisia, Bizerte. (Al-Jazeera) - Image

Aktivis dan pembela hak asasi manusia di atas kapal yang berangkat dari pelabuhan utara Tunisia, Bizerte. (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Aktivis Global Sumud Flotilla melaporkan serangan pesawat tak berawak dan ledakan saat pelayaran menuju Gaza pada Selasa (23/9).

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (24/9), Para penyelenggara mengatakan mereka mendengar ledakan dan melihat serangan di lepas pantai Yunani. Mereka menegaskan tidak akan terintimidasi meski menghadapi ancaman tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Flotilla Global Sumud menyebut beberapa drone menjatuhkan benda tak dikenal di sekitar armada.

Komunikasi sempat terputus sementara suara ledakan terdengar dari sejumlah kapal. Para aktivis menyebut kejadian itu sebagai operasi psikologis yang disengaja.

Tiago Avila, penyelenggara asal Brasil, mengunggah di Instagram bahwa sepuluh serangan menargetkan perahu dengan bom suara dan suar peledak.

Para aktivis juga dilaporkan disemprot bahan kimia yang dicurigai berbahaya. Semua kru mengenakan jaket pelampung untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

Aktivis Amerika Serikat Greg Stoker melaporkan kapalnya di lepas pantai Kreta diserang quadcopter.

Drone tersebut menjatuhkan popper kecil di dek kapal dan mengacaukan radio VHF dengan siaran lagu Abba. Ia mengatakan beberapa kapal lain juga mengalami insiden serupa.

Pihak berwenang Israel belum memberikan tanggapan mengenai dugaan penggunaan pesawat tak berawak dan gangguan komunikasi.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya menuduh armada tersebut melakukan provokasi kekerasan. Israel meminta agar bantuan diserahkan melalui Dermaga Ashkelon secara terkoordinasi dan damai.

Penyelenggara armada menolak usulan Israel dan menuduhnya melakukan manipulasi. Tiago Avila menyebut Israel tidak mungkin mengirimkan bantuan dengan tulus.

Avila menilai pasukan pendudukan tidak memiliki kepentingan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore