Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 September 2025, 00.41 WIB

Donald Trump dan Pemimpin Negara Islam Bahas Penghentian Perang Gaza

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di sidang PBB. (X/SecRubio) - Image

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di sidang PBB. (X/SecRubio)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan dengan para pemimpin negara Arab dan Muslim pada Selasa (23/9) waktu setempat. Pertemuan ini terjadi di di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York. 

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kegembiraannya atas hasil pertemuan itu. Menurutnya pertemuan itu bermanfaat. Trump juga menyebut pertemuan yang melibatkan negara-negara yang memiliki pengaruh kecuali Israel. Bahkan trump menyebut pertemuan ini sebagai keberhasilan. Para pemimpin yang hadir dalam pertemuan ini berasal dari Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab,.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan rencana pertemuan ini untuk mengajukan proposal agar negara-negara Arab dan mayoritas muslim mengirim pasukan militer ke Gaza. Tujuannya tentu  untuk memfasilitasi penarikan pasukan Israel dan mengamankan pendanaan bagi program transisi serta pembangunan kembali wilayah tersebut.

Kantor berita Emirat WAM menyebut pertemuan tersebut fokus pada penghentian perang yang sedang dan pencapaian gencatan senjata permanen. Pembebasan tawanan dan penanganan krisis kemanusiaan yang memburuk juga menjadi prioritas pembahasan.

Israel tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah diberi informasi terkait rencana yang sedang dibahas. Israel diperkirakan akan mempertimbangkan keterlibatan Otoritas Palestina di masa mendatang. Sebelumnya Israel menolak keras hal tersebut. Hamas juga tidak mendapat peran dalam rencana tersebut, karena AS dan Israel menuntut agar kelompok itu dilucuti dan dihilangkan.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani secara langsung meminta dukungan Trump dalam mengakhiri perang dan membantu rakyat Gaza. Dia menyebut situasi di Gaza sangat buruk. 

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam forum PBB yang membahas solusi dua negara menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. “Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” ungkapnya. 

Dalam sidang umum PBB, Trump menyatakan bahwa dukungan dari negara-negara seperti Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal justru mendorong konflik berkelanjutan. "Seolah-olah ingin mendorong konflik yang berkelanjutan, sebagian dari badan ini berusaha untuk mengakui negara Palestina secara sepihak. Imbalannya akan terlalu besar bagi teroris Hamas, atas kekejaman mereka,” kata Trump dalam pidato sidang umum PBB.

Meski demikian, dia ingin segera menyelesaikan konflik panjang yang telah melukai sipil ini.“Kita harus merundingkan perdamaian. Kita harus memulangkan para sandera. Kita ingin semua 20 sandera kembali," kata Trump.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya menyatakan bahwa kenegaraan bagi Palestina adalah hak, bukan hadiah. Tentu pernyataan berlawanan dengan pernyataan Trump. 

Prabowo Tuai Pujian dari Trump

Dalam sela-sela pertemuan multilateral terkait Timur Tengah di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, Trump sempat memberikan apresiasi kepada Prabowo. Dia menilai pidato presiden ke-8 Indonesia itupenuh ketegasan dan energi. Bahkan menyebut gaya komunikasinya mampu menggugah perhatian para pemimpin dunia. "Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak," ujar Trump.

Pujian itu sontak menjadi sorotan. Pidato di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB dinilai penuh ketegasan dan energi. Bagi Presiden Trump, gaya Presiden Prabowo yang menggetarkan meja menjadi simbol keberanian dalam menyuarakan keadilan di forum internasional.

Apresiasi itu bukan hanya sekadar pujian pribadi, tetapi juga mencerminkan pengakuan dunia atas posisi Indonesia sebagai suara penting dalam diplomasi global.  Urutan ke-3 yang diberikan kepada Presiden Prabowo dalam SMU ke-80 PBB juga menegaskan posisi strategis Indonesia di mata dunia.

Dalam pidato di sidang umum PBB, Prabowo tidak hanya menyinggung soal perdamaian dunia. Namun juga krisis iklim dan ketahanan pangan.

Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui inovasi dan keberlanjutan. Oleh karena itu, Indonesia kini tengah mengembangkan rantai pasok yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, serta berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim. “Untuk memastikan ketahanan pangan bagi anak-anak kami dan anak-anak dunia. Kami yakin dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” ucapnya. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore