Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)
JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) bahwa perang di Gaza harus segera dihentikan. Ia juga menyinggung pengakuan sejumlah negara Barat terhadap Palestina, yang disebutnya sebagai “hadiah” bagi Hamas.
"Kita harus segera menghentikan perang di Gaza," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia di New York, Selasa (23/9/2025). Ia menambahkan, dirinya sangat terlibat dalam upaya mencapai gencatan senjata.
Dilansir dari Al Jazeera, Trump kembali mendesak agar para sandera asal Israel yang masih ditahan di Gaza segera dipulangkan.
"Kita harus menyelesaikan ini. Kita perlu merundingkan perdamaian. Kita harus memulangkan para sandera. Kami ingin semua 20 orang itu kembali," katanya, merujuk pada 20 dari 48 tawanan yang diyakini masih hidup.
Menurut Trump, pihak-pihak yang mendukung perdamaian semestinya bersatu untuk menuntut pembebasan para tawanan, bukan justru mendukung pengakuan sepihak atas Palestina.
"Sebagian anggota badan ini berusaha mengakui negara Palestina secara sepihak. Itu hanya akan menjadi hadiah besar bagi teroris Hamas atas kekejaman mereka," tegas Trump.
Pernyataan tersebut berseberangan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, yang dalam pertemuan mengenai solusi dua negara (21/9/2025) menegaskan bahwa kenegaraan Palestina adalah hak, bukan hadiah.
Sultan Barakat, profesor di Universitas Hamad Bin Khalifa, Qatar, menilai Trump memang menyerukan diakhirinya perang, tetapi tidak memberikan jalan keluar.
“Dia tahu penyebab perang terus berlanjut adalah karena dia sendiri mendukungnya,” ujar Barakat kepada Al Jazeera, merujuk pada dukungan Trump terhadap Israel.
Tawaran Gencatan Senjata Gaza
Trump hanya sedikit mengkritik Israel, yang memulai serangan besar-besaran di Gaza pada Oktober 2023 usai serangan Hamas di Israel selatan. Ia menuding Hamas sebagai pihak yang menggagalkan perundingan damai karena menolak berulang kali tawaran gencatan senjata yang dinilainya masuk akal.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kerap dituding justru menghambat proses negosiasi sejak awal perang. Israel bahkan menargetkan para pemimpin Hamas di Doha, Qatar, ketika mereka tengah membahas proposal gencatan senjata terbaru yang dimediasi AS.
Netanyahu juga melanggar kesepakatan gencatan senjata terakhir pada Maret lalu, kemudian memberlakukan blokade penuh terhadap Jalur Gaza, yang mengakibatkan kelaparan dan kematian warga sipil.
Sementara itu, Hamas pada Selasa menolak tuduhan sebagai penghalang perdamaian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
