Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 02.12 WIB

Prancis Akan Akui Negara Palestina di PBB, Didukung Saudi dan Spanyol, AS Kecam sebagai 'Keputusan Sembrono'

Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan akui Negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB (Dok. Reuters) - Image

Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan akui Negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB (Dok. Reuters)

JawaPos.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya akan secara resmi mengakui Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. Langkah ini diambil dengan harapan dapat menghidupkan kembali prospek perdamaian di Timur Tengah, di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Dilansir dari France24, Sabtu (26/7/2025), Macron menyampaikan keputusan ini melalui media sosial dan membagikan surat yang ia kirim kepada Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas. Dalam surat itu, Macron menyebut bahwa pengakuan ini sejalan dengan komitmen historis Prancis terhadap perdamaian yang adil dan abadi di kawasan.

"Saya akan menyampaikan pengumuman ini secara resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September," tulis Macron.

Keputusan Prancis tersebut menjadikannya sebagai negara Barat besar pertama yang secara resmi mengakui Negara Palestina. Sebelumnya, pengakuan semacam ini lebih banyak datang dari negara-negara kecil yang umumnya lebih kritis terhadap Israel. Langkah Paris ini langsung menuai reaksi keras dari Israel dan Amerika Serikat, sementara Arab Saudi dan Spanyol menyambutnya dengan pujian.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras keputusan sekutunya itu, menyebutnya sebagai tindakan yang "menghadiahi terorisme" dan berisiko menciptakan proksi baru Iran.

Dalam pernyataannya di X (dulu Twitter), Netanyahu menyebut bahwa negara Palestina saat ini hanya akan menjadi "landasan peluncuran untuk melenyapkan Israel." Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan menyebut langkah Prancis sebagai "penghinaan dan bentuk penyerahan diri pada terorisme."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengkritik keras rencana Macron. "Keputusan sembrono ini hanya akan memperkuat propaganda Hamas dan memperburuk upaya perdamaian," tulis Rubio di X. Ia juga menyebut langkah tersebut sebagai "tamparan bagi para korban serangan 7 Oktober."

Sebaliknya, Arab Saudi menyambut langkah Prancis sebagai "keputusan bersejarah" dan menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti jejak Paris. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kembali dukungan terhadap hak-hak sah rakyat Palestina dan perdamaian jangka panjang.

Sejalan dengan itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang negaranya telah lebih dulu mengakui Palestina, juga menyatakan dukungannya.

"Solusi dua negara adalah satu-satunya solusi. Bersama-sama kita harus melindungi apa yang coba dihancurkan Netanyahu," katanya.

Macron sebenarnya telah mempertimbangkan langkah ini selama beberapa bulan terakhir, termasuk saat Prancis dan Saudi sempat merencanakan konferensi bersama pada Juni lalu untuk merumuskan peta jalan menuju negara Palestina. Namun, rencana itu tertunda karena tekanan dari AS dan eskalasi konflik Israel-Iran.

Prancis menegaskan bahwa langkahnya bertentangan dengan posisi Hamas, yang menolak solusi dua negara. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa pengakuan terhadap Palestina merupakan penolakan terhadap visi terorisme yang dibawa Hamas.

Langkah Prancis ini juga bertujuan untuk menciptakan momentum diplomatik menjelang konferensi tingkat menteri yang akan digelar pada 28-29 Juli di New York, sebagai bagian dari upaya membangun konsensus internasional menuju pengakuan lebih luas terhadap Palestina. Sekitar 40 menteri luar negeri dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut.

Otoritas Palestina menyambut keputusan ini dengan hangat. Wakil Presiden Hussein Al Sheikh menyebut keputusan Macron sebagai wujud komitmen Prancis terhadap hukum internasional dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Namun, Israel terus melobi untuk menggagalkan rencana ini dan bahkan mengancam akan membatasi kerja sama intelijen dengan Prancis.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore