Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 23.31 WIB

Duh! Uji Coba Kedua SpaceX Gagal Lagi, Roket Starship Hilang Kontak Usai Meluncur Lebih Tinggi

Falcon Heavy lepas landas dari Pad 39A di Kennedy Space Center.

JawaPos.com - Pesawat antariksa milik SpaceX, Starship, yang dikembangkan untuk membawa astronot ke bulan dan lebih jauh lagi, gagal meluncur ke luar angkasa tidak lama setelah lepas landas pada Sabtu (18/11). Dikutip dari Reuters, pesawat roket tahap kedua itu meluncur dari lokasi peluncuran Starbase milik perusahaan Elon Musk di dekat Boca Chica di Texas.

Peluncuran kedua ini membantu mendorong pesawat ruang angkasa Starship setinggi 90 mil (148 Kilometer) di atas permukaan bumi dalam misi uji coba 90 menit menuju ruang angkasa dan kembali.  

Namun, booster Super Heavy tahap pertama roket tersebut, meskipun berhasil melakukan manuver penting untuk memisahkan diri dari tahap inti Starship, meledak di atas Teluk Meksiko tak lama setelah melepaskan diri, yang dapat dilihat melalui siaran webcast SpaceX.

Sementara itu, tahap inti Starship meluncur lebih jauh ke luar angkasa, tetapi beberapa menit kemudian, pembawa acara dari webcast tersebut mengatakan bahwa kontrol misi SpaceX tiba-tiba kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.

"Kami telah kehilangan data dari tahap kedua. Sepertinya kami mungkin telah kehilangan tahap kedua," kata pembawa acara livestream SpaceX, John Insprucker.

Sekitar delapan menit setelah misi uji coba, tampilan kamera yang melacak booster Starship tampak menunjukkan ledakan yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut gagal pada saat itu. Ketinggian roket adalah 90 mil (148 Km).

Peluncuran ini merupakan upaya kedua untuk menerbangkan Starship yang dipasang di atas booster roket Super Heavy. Sebelumnya dilakukan tes pada bulan April yang berakhir dengan kegagalan eksplosif sekitar empat menit setelah lepas landas.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA), yang mengawasi lokasi peluncuran swasta, mengonfirmasi bahwa telah terjadi kecelakaan yang 'mengakibatkan hilangnya pesawat' dan menambahkan bahwa tidak ada korban luka atau kerusakan gedung.

Badan tersebut mengatakan akan mengawasi penyelidikan yang dipimpin oleh SpaceX atas kegagalan pengujian dan perlu menyetujui rencana SpaceX sebelum peluncuran di masa depan untuk mencegah hal ini terjadi lagi.

Tujuan dari misi ini adalah untuk membawa Starship lepas landas dari tanah di Texas dan menuju antariksa sebelum mencapai orbit, kemudian terjun melalui atmosfer Bumi untuk mendarat di lepas pantai Hawai.

Peluncuran telah dijadwalkan pada hari Jumat (17/11) tetapi diundur sehari akibat pemeriksaan terakhir atas perangkat keras kontrol.Kegagalan Starship dalam memenuhi semua tujuan pengujiannya dapat menimbulkan kemunduran bagi SpaceX.

FAA perlu meninjau kembali investigasi kegagalan perusahaan dan meninjau ulang permohonan lisensi peluncuran baru. Para pejabat SpaceX mengeluhkan bahwa peninjauan peraturan semacam itu memakan waktu terlalu lama.

Di sisi lain, kegagalan dalam program yang rencananya akan menghabiskan dana sekitar USD 2 miliar tahun ini sejalan dengan budaya toleransi risiko perusahaan yang merangkul pengujian cepat dan membuktikan ulang prototipe untuk mempercepat desain dan teknik. "Lebih banyak hal yang berhasil dibandingkan dengan pengujian sebelumnya, termasuk beberapa kemampuan baru yang signifikan," kata Carissa Christensen, CEO perusahaan analisis antariksa BryceTech.

"Tidak ada uang dan kesabaran untuk melakukan pengujian tanpa batas, tetapi untuk pesawat yang begitu berbeda dan begitu besar, dua, tiga, empat, lima kali pengujian tidaklah berlebihan," kata Christensen. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore