
Photo
JawaPos.com - Otoritas Tiongkok menyetujui vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinopharm. Pengumuman itu disampaikan sehari setelah produsen obat milik negara itu mengumumkan suntikan vaksin manjur hingga 79,3 persen. Hal itu membuka jalan bagi jutaan dosis vaksin Tiongkok untuk mencapai pasar global.
"Vaksinasi dua kali dari China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm, diberikan lampu hijau oleh pihak berwenang," kata seorang pejabat Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok pada konferensi pers seperti dilansir dari Science Times, Senin (4/1).
Sinopharm adalah vaksin pertama yang disetujui untuk masyarakat umum. Hanya saja masih ada yang mengganjal karena kurangnya informasi yang dirilis oleh regulator dan Sinopharm.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Manjur Mulai Digunakan, Harapan Akhiri Pandemi di 2021
CNBG mengumumkan data berdasarkan analisis awal dari uji coba Tahap 3 pada pekan lalu. Unit itu tidak memasukkan rincian utama seperti ukuran sampel atau jumlah patogen atau efek samping yang dievaluasi dalam uji coba dalam pernyataan singkatnya di situs web Institut Produk Biologi Beijing.
Picu Kekhawatiran Ahli
Keputusan menyetujui Sinopharm diperdebatkan oleh beberapa fisikawan. Mereka menanyakan berapa banyak kekebalan yang diberikan oleh satu suntikan. Asisten profesor kesehatan masyarakat di Universitas Yale, Xi Chen menemukan rincian vaksin yang hilang.
Menurut perusahaan, vaksinasi mereka telah digunakan pada sekitar 1 juta orang Tiongkok pada November 2020 dalam program penggunaan darurat untuk populasi berisiko tinggi. Sinopharm bisa memiliki uji coba ukuran yang jauh lebih besar daripada Oxford-AstraZeneca menurut Chen.
Menurut Presiden CNBG Wu Yonglin, hasil komprehensif akan diterbitkan kemudian dan dilaporkan dalam jurnal sains di Tiongkok dan luar negeri. Perusahaan mengklaim protokol dosis terbukti aman dan tingkat antibodi yang tinggi untuk melawan virus.
Hanya saja, dari tingkat kemanjurannya, vaksin Sinopharm tampaknya kurang berhasil dibandingkan vaksin Barat yang diproduksi oleh Moderna dengan tingkat kemanjuran 94 persen dan Pfizer-BioNTech dengan tingkat kemanjuran 95 persen. Vaksin Oxford-AstraZeneca 62 persen berhasil untuk mereka yang ditawarkan dua dosis maksimal, menurut laporan sementara. Untuk subkelompok yang memperoleh setengah dosis diikuti dengan jumlah penuh, vaksin berhasil 90 persen. Tetapi regulator Inggris mengatakan mereka tetap skeptis tentang efek pengobatan setengah dosis vaksin.
Sebelumnya pejabat Uni Emirat Arab mengklaim tingkat kemanjuran Sinopharm juga kurang dari 86 persen setelah uji klinis dilakukan di sana. Sinopharm belum merilis fakta yang bisa dipertanggungjawabkan atas perbedaan tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=BwdKyAxSRUM&ab_channel=JawaPos

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
