Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2023 | 15.24 WIB

Tiongkok Kembali Cawe-Cawe Konflik Ukraina-Rusia, Prihatin dengan Penghancuran Bendungan Raksasa di Ukraina

Para warga dievakuasi dari daerah-daerah banjir setelah bendungan Nova Kakhovka runtuh di Kherson, Ukraina, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. - Image

Para warga dievakuasi dari daerah-daerah banjir setelah bendungan Nova Kakhovka runtuh di Kherson, Ukraina, di tengah serangan Rusia ke Ukraina.

JawaPos.com - Duta Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun menyuarakan keprihatinan atas penghancuran bendungan di selatan Ukraina. Hal itu disebut sebagai eskalasi lebih lanjut dari konflik antara Rusia dan Ukraikna.

"Apa yang baru saja terjadi mengingatkan kita sekali lagi bahwa apa pun bisa terjadi dalam situasi konflik," kata Zhang dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Zhang memperingatkan bahwa perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina berisiko menyebabkan penderitaan yang lebih besar dan lebih banyak bencana. Selain itu, menciptakan lebih banyak risiko yang serius dan tidak bisa diprediksi. Dia mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional.

"Kami mendesak semua pihak dalam konflik untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan melakukan yang terbaik untuk melindungi warga dan infrastruktur sipil," kata Zhang.

Keadaan darurat diumumkan di kedua sisi bendungan Kakhovka - satu sisi dikendalikan Rusia, sisi lainnya dikendalikan Ukraina - setelah ledakan pada Selasa (6/6). Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas ledakan yang menghancurkan sebagian bendungan yang memasok air ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia dan Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014. Insiden tersebut telah menyebabkan banjir di pemukiman terdekat.

Rusia menuduh Ukraina mencoba mengurangi pasokan air tawar untuk Krimea yang berasal dari waduk Kakhovka. Sementara Rusia mengklaim bahwa Rusia mencoba memperlambat serangan balasan yang disiapkan.

Kedua belah pihak meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB, di mana Zhang menyuarakan bahwa Tiongkok sangat prihatin tentang konsekuensi potensial dari ledakan bendungan tersebut. Zhang juga mencatat bahwa Badan Energi Atom Internasional menegaskan insiden tersebut belum menimbulkan risiko bagi keselamatan pembangkit nuklir Zaporizhzhia.

"Namun, air di waduk terus surut, dan tidak mungkin untuk terus memompa air ke PLTN di masa mendatang," ujar Zhang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore