Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Oktober 2025 | 04.39 WIB

Jalur Sutra Modern: Ambisi Besar Tiongkok Menghubungkan Dunia Lewat Inisiatif Belt and Road

One Belt One Road Tiongkok (Dok. Lowy Institute) - Image

One Belt One Road Tiongkok (Dok. Lowy Institute)

JawaPos.com Belt and Road Initiative (BRI) atau yang kerap disebut sebagai Jalur Sutra Baru merupakan salah satu proyek infrastruktur ambisius yang diluncurkan pada tahun 2013 oleh Presiden Xi Jinping. Proyek raksasa ini awalnya dimaksudkan untuk menghubungkan Asia Timur dan Eropa melalui jaringan infrastruktur yang luas. Namun, dalam satu dekade terakhir, jangkauan proyek ini telah berkembang pesat hingga ke Afrika, Oseania, dan Amerika Latin, yang secara signifikan memperluas pengaruh ekonomi dan politik Tiongkok di kancah global.

Dikutip dari Council on Foreign Relations, sejumlah analis memandang proyek ini sebagai perpanjangan kekuasaan Tiongkok yang menimbulkan kekhawatiran. Biaya pembangunan yang membengkak di berbagai negara membuat sebagian pihak mulai menentang keterlibatan mereka dalam proyek ini. 

Amerika Serikat pun turut menyuarakan kekhawatiran serupa, menganggap BRI berpotensi menjadi "Kuda Troya" bagi ekspansi ekonomi dan militer Tiongkok di kawasan Asia. Kala itu, Presiden Joe Biden, seperti para pendahulunya, mempertahankan sikap skeptis terhadap langkah Tiongkok, meski AS hingga kini masih kesulitan menawarkan alternatif visi ekonomi yang lebih menarik bagi negara-negara peserta BRI.

Akar Sejarah: Dari Jalur Sutra Kuno ke Jalur Sutra Baru

Meelansir dari National Geographic, Jalur Sutra merupakan jaringan rute perdagangan yang telah digunakan selama lebih dari 1.500 tahun, sejak Dinasti Han membuka perdagangan pada tahun 130 SM. Istilah "Jalur Sutra" sendiri pertama kali diperkenalkan oleh ahli geografi dan penjelajah Jerman, Ferdinand von Richthofen, pada tahun 1877 M. Ia menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan jaringan perdagangan yang menghubungkan Eropa dan Asia Timur, sekaligus menjadi simbol pertukaran barang, gagasan, dan budaya antarperadaban besar dunia.

Rute ini membentang sejauh 6.437 km melintasi gurun, pegunungan, dan padang luas, termasuk Gurun Gobi dan Pegunungan Pamir. Karena tidak ada otoritas tunggal yang mengatur, jalur ini sering kali berbahaya, penuh perampok dan tantangan alam. Para pedagang biasanya berkelompok dalam karavan yang membawa barang menggunakan unta atau hewan pengangkut lain. Di sepanjang rute, berdirilah penginapan besar yang menyediakan tempat beristirahat dan berdagang bagi para pelancong.

Dari Tiongkok, sutra menjadi komoditas paling berharga yang dikirim ke Eropa, sementara giok, porselen, teh, dan rempah-rempah juga menjadi barang dagang utama. Sebagai gantinya, barang-barang dari Barat seperti kuda, kaca, tekstil, dan produk manufaktur dibawa ke arah timur.

Salah satu penjelajah paling terkenal di sepanjang Jalur Sutra adalah Marco Polo (1254 - 1 324 M). Lahir di Venesia, Italia, ia melakukan perjalanan panjang ke Tiongkok pada usia 17 tahun bersama ayahnya. Setelah tiga tahun perjalanan, mereka tiba di istana Kubilai Khan di Xanadu pada tahun 1275 M. Kisah perjalanan Marco Polo kemudian ditulis dan menjadi inspirasi bagi banyak penjelajah Eropa lain.

Lebih dari sekadar jalur perdagangan, Jalur Sutra menjadi koridor peradaban. Agama, ideologi, dan sains menyebar di sepanjang rute ini. Kota-kota di sepanjang jalur tersebut tumbuh menjadi pusat budaya multinasional. Teknologi baru seperti mesiu dari Tiongkok dan teknik pembuatan kaca dari Barat turut menyebar melalui jalur ini. Namun, penyebaran penyakit seperti Black Death pada abad ke-14 juga menjadi bagian dari sejarah kelamnya. 

Ambisi Ekonomi Global di Era Modern

Melansir dari World Economic Forum, tujuan utama proyek senilai 900 miliar dolar AS ini adalah untuk membuka "era baru globalisasi", sebuah masa keemasan perdagangan yang, menurut Tiongkok, akan membawa manfaat bagi seluruh dunia. Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa mereka siap mengucurkan hingga 8 triliun dolar AS untuk pembangunan infrastruktur di 68 negara, mencakup sekitar 65 persen populasi dunia dan sepertiga dari total PDB global, berdasarkan data dari perusahaan konsultan McKinsey.

Meski begitu, tanggapan dunia terhadap proyek ini sangat beragam. Beberapa negara menyambutnya dengan antusias, sementara lainnya menaruh curiga terhadap niat geopolitik Tiongkok di balik proyek tersebut. Banyak yang menganggap BRI sebagai alat untuk memperluas pengaruh politik Tiongkok melalui diplomasi ekonomi.

Empat tahun setelah peluncurannya, proyek ini telah terbukti sangat luas, mahal, dan juga kontroversial. Namun, Tiongkok tetap ambisius terhadap proyek ini. Salah satu alasan utama adalah keinginan Tiongkok memperkuat perdagangan lintas Eurasia serta membantu pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang di selatan negaranya. Selain memperluas jaringan perdagangan global, proyek ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah domestik Tiongkok, terutama daerah perbatasan yang kurang berkembang seperti Xinjiang.

Bagi Tiongkok, manfaat ekonomi yang ditawarkan BRI sangat besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan membuka pasar-pasar baru, perekonomian nasional Tiongkok dapat terus tumbuh stabil. Perusahaan-perusahaan lokal di bidang transportasi, telekomunikasi, dan konstruksi berpotensi berkembang menjadi merek global melalui proyek-proyek lintas negara ini.

Selain itu, sektor manufaktur Tiongkok juga diuntungkan. Produksi baja dan peralatan berat yang selama ini berlebih di dalam negeri kini bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di negara-negara mitra BRI. Langkah ini diharapkan dapat membantu industri Tiongkok beralih ke produksi barang industri bernilai tinggi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekonomi global abad ke-21.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore