Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 04.24 WIB

Astrofisikawan Kritik Miliarder Seperti Elon Musk dan Jeff Bezos, Rencana Luar Angkasa Cuma Fantasi Tanpa Dasar?

Adam Becker (tengah) astrofisikawan, jurnalis, dan penulis buku yang mengkritik miliarder teknologi terkait kolonisasi di luar angkasa. (Harvard) - Image

Adam Becker (tengah) astrofisikawan, jurnalis, dan penulis buku yang mengkritik miliarder teknologi terkait kolonisasi di luar angkasa. (Harvard)

JawaPos.com – Miliarder teknologi yang mendorong eksplorasi dan kolonisasi luar angkasa untuk mengatasi masalah umat manusia dinilai tidak pantas diperhatikan.

Kritik ini datang dari Adam Becker, seorang astrofisikawan, jurnalis, dan penulis buku More Everything Forever: AI Overlords, Space Empires, and Silicon Valley’s Crusade to Control the Fate of Humanity.

Dikutip dari The Harvard Gazette, dalam diskusi buku di Harvard Science Book Talk, Becker menilai bahwa banyak CEO teknologi, termasuk Elon Musk, Jeff Bezos, dan lainnya, tidak memiliki keahlian di bidang teknik atau astrofisika.

Mereka hanya mengandalkan kekayaan mereka, tanpa landasan pengetahuan yang kuat.

"Mereka menganggap uang sebagai ukuran seberapa pintar seseorang. Jika orang lain memiliki lebih sedikit uang, mereka merasa tidak perlu mendengarkan," ujar Becker.

Dalam bukunya, Becker membedah pandangan yang menurutnya merupakan fantasi tanpa dasar, yang diyakini oleh para teknolog, futuris, dan filsuf seperti Peter Singer, William MacAskill, dan Ray Kurzweil.

Mereka dianggap yakin bahwa masa depan dapat diatur melalui teknologi dan kekayaan yang mereka miliki.

Becker awalnya menganggap kelompok rasionalis dan futuris sebagai subkultur yang tidak berbahaya.

Namun, seiring waktu, pandangannya berubah. "Mereka mulai dianggap serius. Itu menakutkan," katanya.

Ia khawatir karena semakin banyak orang mempercayai ide-ide yang menurutnya tidak didasarkan pada pemahaman ilmiah.

Becker juga menyoroti kecenderungan para miliarder yang terus menumpuk kekayaan sebagai pelarian dari ketakutan mereka sendiri.

"Mereka mengumpulkan lebih banyak uang dari yang bisa mereka habiskan seumur hidup," ujarnya.

Ia menyebut bahwa kekuasaan dan kendali menjadi kebutuhan yang terus bertambah bagi para tokoh tersebut.

Pandangan dualistik para futuris terhadap tubuh dan pikiran juga dikritik. Becker menyinggung Ray Kurzweil yang mencoba menggunakan kecerdasan buatan untuk merekam dan meniru pikiran manusia setelah kehilangan ayahnya.

"Tubuh kita bukanlah pakaian luar angkasa bagi sistem saraf kita. Kita adalah tubuh kita," ucap Becker.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore