Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 20.08 WIB

Kanada Membalas Perang Dagang AS dengan Mengenakan Pajak 25 Persen untuk Ekspor Utilitas

Perdana Menteri Ontario Doug Ford. (rawstory.com)

 
JawaPos.com - Perdana Menteri Ontario, yang memimpin provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Kanada, mengumumkan bahwa mulai Senin (10/3), tarif listrik untuk 1,5 juta rumah dan bisnis di Amerika Serikat (AS) akan naik sebesar 25 persen. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap perang dagang yang dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Ontario sendiri memasok listrik ke beberapa wilayah di AS, termasuk Minnesota, New York, dan Michigan, seperti dilaporkan oleh Korea Times.

"Saya tidak akan ragu untuk meningkatkan biaya ini. Jika Amerika Serikat meningkat, saya tidak akan ragu untuk mematikan seluruh aliran listrik," kata Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, pada konferensi pers di Toronto. 
 
“Percayalah ketika saya mengatakan bahwa tidak ingin melakukan ini. Saya merasa tidak enak kepada rakyat Amerika, yang tidak memulai perang dagang ini. Hanya satu orang yang bertanggung jawab, yaitu Presiden Trump," lanjutnya.
 
Ford menegaskan bahwa kenaikan tarif listrik di Ontario akan tetap diberlakukan, meskipun Presiden Trump memberikan penangguhan selama satu bulan. Menurutnya, jeda tersebut tidak membawa perubahan signifikan selain menambah ketidakpastian.
 

Sementara itu, Quebec juga tengah mempertimbangkan langkah serupa terkait ekspor listrik mereka ke Amerika Serikat.

Juru bicara perusahaan, Amy Rutledge, mengatakan jika Minnesota Power—penyedia listrik utama di wilayah Minnesota yang berbatasan dengan Ontario—hanya mendapatkan sebagian kecil dari daya listriknya dari provinsi tersebut. Perusahaan listrik ini melayani lebih dari 150.000 pelanggan, dengan sebagian besar listriknya dihasilkan sendiri di Minnesota.
 
Meskipun sekitar 11 persen pasokan listriknya berasal dari Manitoba Hydro, keputusan Ontario tidak akan berdampak pada pasokan tersebut.
 
"Kami benar-benar berharap dampak apapun terhadap pelanggan kami dapat diabaikan," kata Rutledge.
 
Sementara itu, Brandon Morris, juru bicara Midcontinent Independent System Operator (MISO)—organisasi yang mengelola jaringan listrik dari Manitoba hingga Minnesota dan Louisiana—juga memperkirakan dampaknya akan kecil. MISO sendiri mendapatkan kurang dari setengah pasokan listriknya dari Kanada, dan hanya sebagian kecil berasal dari Ontario.
 
 
Diketahui, Presiden Trump memulai perang dagang baru dengan menerapkan tarif terhadap tiga mitra dagang terbesar AS. Langkah ini langsung mendapat respons dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, yang memicu gejolak di pasar keuangan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore