JawaPos.com - Sudah sewajarnya foto seorang pemimpin negara dipasang, dipajang di tempat-tempat resmi seperti perkantoran, gedung pemerintahan, sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan, layanan kemasyarakatan dan banyak tempat lainnya.
Tujuannya mungkin biar tahu, siapa yang sedang memimpin saat ini. Atau bisa juga biar nggak lupa, seperti apa wajah dari pemimpin kita sekarang ini, baik itu Presiden atau Wakil Presiden.
Namun kebiasaan agak beda justru dilakukan oleh Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye. Dirinya ogah narsis, justru nggak ingin fotonya dipajang di tempat umum, di kantor-kantor pemerintah dan di tempat lainnya yang biasa memajang foto Presiden dan Wakil Presiden.
Beberapa waktu lalu, sikap Presiden Senegal itu menjadi viral di media sosial (medsos). Melansir dari Zambian Observer, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye justru tidak mau fotonya di pajang.
"Saya tidak ingin foto saya ada di kantor" katanya demikian.
Alasannya, begitu menyentuh hati. Diomaye Faye menganggap kalau dirinya bukan siapa-siapa, sekalipun dia merupakan Presiden, tokoh sentral sebuah negara.
"Karena aku bukan Tuhan, bukan pula ikon, tetapi aku adalah pelayan bagi bangsa. Sebaliknya, taruhlah foto-foto anak-anakmu sehingga kamu akan melihatnya setiap kali hendak mengambil keputusan," kata Diomaye Faye mengutarakan alasan kenapa dia tidak mau fotonya dipasang di kantor-kantor.
Bassirou Diomaye Faye, lahir 25 Maret 1980 adalah seorang politikus Senegal dan mantan inspektur pajak, yang merupakan Presiden Republik Senegal. Dia merupakan mantan sekretaris jenderal PASTEF yang dibubarkan dan memenangkan pemilihan presiden 2024 menggantikan kandidat Ousmane Sonko yang didiskualifikasi.
Faye merupakan Presiden yang punya gelar master di bidang hukum. Dia memperoleh gelar master hukum dari Universitas Cheikh Anta Diop di Dakar. Dia kemudian bersekolah di Sekolah Administrasi Nasional Senegal, juga di Dakar, tempat ia dilatih untuk menjadi inspektur pajak.
Mengutip Britannica, Faye adalah seorang Muslim yang taat. Faye dilantik secara resmi sebagai presiden pada tanggal 2 April tahun lalu.
Dalam pidato pelantikannya, ia berjanji untuk memerangi korupsi dan mereformasi ekonomi. Tindakan resmi pertamanya adalah mengangkat Sonko sebagai Perdana Menteri Senegal, yang secara resmi memperkenalkan pemerintahannya pada tanggal 5 April lalu.